DVD Tertinggal Dalam Gelap (Left in the Dark)

0
513

DVD “Tertinggal Dalam Gelap (Left in the Dark)”

SINOPSIS:

Film dokumenter Tertinggal Dalam Gelap (Left in the dark) adalah sebuah cerita tentang masih ada sebagian masyarakat kita mengalami kemiskinan energi. Hal ini disebabkan tidak adanya pilihan yang memadai (cukup) untuk mengakses dan menjangkau pelayanan energi yang memiliki kualitas tinggi, aman serta ramah lingkungan untuk mendukung kehidupan ekonomi dan pengembangan kehidupan manusia.

Film ini memaparkan beberapa contohnya dengan mengambil tiga daerah berbeda, yaitu Kamal Muara (Jakarta Utara), Manggarai (Jakarta Selatan), dan Karang Getak (Tangerang). Tiga contoh yang dialami warga di wilayah ini merupakan fakta nyata yang juga terjadi di masyarakat daerah Indonesia lainnya.

Berikut gambaran singkatnya:

Kamal Muara (Jakarta Utara)

Lebih dari 40 nelayan di Kamal Muara mengalami kesulitan untuk mendapatkan solar karena tidak adanya SPBU untuk nelayan. Kebutuhan dalam skala kecil untuk beberapa nelayan (berkisar antara 10-20 liter) membuat para nelayan membeli solar eceran. Harga satu liter solar di SPBU nelayan Rp 4.500, sedangkan harga eceran berkisar Rp 5.000/liter. Perbedaan harga yang cukup jauh ini membuat nelayan di Kamal Muara banyak merugi, ditambah lagi jarak tempuh melaut nelayan yang semakin jauh akibat tercemarnya perairan laut di wilayah Jakarta yang menyebabkan makin sulitnya mendapatkan ikan di sekitar pesisir.

Kekurangan bahan bakar untuk memasak juga terliat di Kamal Muara. Seorang ibu dengan mata pencaharian penjual nasi uduk contohnya. Dia membutuhkan tujuh liter minyak tanah untuk memasak nasi uduk dan lauknya. Penghasilan sang ibu yang mencapai Rp 20.000 – Rp 300.000 perhari di tambah Rp 53.000 untuk membeli minyak tanah. Keuntungan yang didapat sangat sedikit, terlebih lagi saat harga monya tanah naik hingga Rp 10.000 karena sulitnya mendapatkan minyak tanah.

Manggarai (Jakarta Selatan)

Ketika gas 3 kg sulit didapat setelah program konversi minyak tanah menjadi gas diterapkan, harga gas naik hingga Rp 15.000,00 – Rp 16.000, 00 per tabung. Dan ini terjadi bahkan di ibukota. Apabila minyak dan gas sulit didapat, akan mengakibatkan meningkatnya harga. Apabila ini terus terjadi bagaimana kesehatan masyarakat bisa terjamin untuk mendapatan makanan yang layak?

Karang Getak (Tangerang)

Karang Getak juga belum terjamah listrik. Anak-anak belajar di malam hari tanpa penerangan yang layak, karena hanya bermodalkan minyak tanah. Ketersediaan minyak tanah sendiri terbatas dengan harga Rp 8.000/liter. Penduduk pada umumnya menghabiskan Rp 4.000/malam guna menyalakan pelita. Per bulannya penduduk setempar mengeluarkan kira-kira rp 120.000 untuk minyak tanah; setara dengan penggunaan listrik mereka selama 2 bulan.

CARA PEMESANAN DVD:

Jika Anda memerlukan DVD ini untuk kepentingan pemberdayaan komunitas terkait keadilan energi atau kampanye serupa lainnya, bisa dipesan langsung kepada kami melalui:

  • Imelda
    Email: imelda@iesr.or.id
  • Pemesanan ini dapat dilakukan setelah Anda mengisi formulir dalam bentuk word ini, silahkan klik di sini: FORMULIR PERMINTAAN DVD

Catatan: Film ini dapat diperbanyak selama tidak untuk kepentingan komersial.