Negara Maju Jauhi Nuklir, Indonesia Bagaimana?

0
578

Negara Maju Jauhi Nuklir, Indonesia BagaimanaINILAHCOM, Jakarta – Sejumlah negara maju yang lebih dulu mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), pelan tapi pasti mulai meninggalkannya. Pemerintah harus mencermati gejala ini.

Kata Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa secara statistik, porsi PLTN pada seluruh kapasitas listrik di negara maju, tidaklah besar. Bahkan ada kecenderungan, negara-negara yang lebih dulu mengembangkan PLTN, mulai memangkas penggunaanya.

Dia mencontohkan, statistik kapasitas listrik Rusia yang bersumber dari PLTN, hanya 17%. Sedangkan, Jepang mulai memangkas pengunaan PLTN dari 30% menjadi 20% total kapasitas listrik

“Jepang sebelum kejadian Fukushima itu porsi PLTN 30%, tapi kebijakan energi yang baru dari Jepang malah akan dibatasi share-nya sebanyak 20% di 2030,” kata Fabby di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Tak hanya Rusia dan Jepang, Fabby menyebut Perancis melakukan hal serupa, memangkas penggunaan nuklir untuk pembangkit listrik. Pada 2025, Perancis penggunaan nuklir untuk pembangkit dibatasi 50%.

Atas dasar tren ini, Fabby menyarankan pemerintah untuk berpikir ulang terkait opsi pengembangan nuklir sebagai pembangkit listrik. Jika negara-negara maju mulai membatasi penggunaan PLTN, sebaiknya Indonesia menjauhi nuklir.

“Kenapa yang menguasai teknologi bergerak membatasi share dari PLTN. Ini yang harus kita lihat dair konteks Indonesia. Kita harus diskusikan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Fabby. [ipe]

Sumber: ekonomi.inilah.com.

BAGIKAN