Pengembangan Thorium di Indonesia Masih Perlu Pertimbangan

0
517

Pengembangan Thorium di Indonesia Masih Perlu PertimbanganJAKARTA, JITUNEWS.COM – Dinilai belum banyak yang melakukan riset, penggunaan Thorium sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia masih harus dipertimbangkan lagi.Pengamat Energi, Fabby Tumiwa me

ngatakan, selama ini baru Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang melakukan riset untuk Thorium. Menurutnya, sejumlah wilayah yang berpotensi memiliki sumber (resource) Thorium antara lain Bangka Belitong (Babel), Kalimantan Barat (Kalbar) dan Sulawesi Barat (Sulbar).

“Thorium belum banyak risetnya di Indonesia. Sejauh ini Batan baru melakukan eksplorasi Thorium di Babel, Kalbar, Sulbar,” ungkap Fabby saat dihubungi JITUNEWS.COM, Jakarta, Jum’at (5/1).

Akan tetapi, Fabby mengakui, sebagai bahan bakar alternatif PLTN, Thorium memiliki kekuatan energi yang lebih tinggi dari Uranium. Untuk itu, menurutnya, keberadaan Thorium perlu segera dipublikasikan.

“Indonesia punya resource Thorium dan bisa dimanfaatkan. Karena Thorium memiliki densitas energi yang lebih tinggi dari Uranium,” ujarnya.

Meski begitu, dirinya merasa akan sangat sulit mengembangkan Thorium di Indonesia. Pasalnya, beberapa negara yang lebih dahulu melakukan riset seperti Amerika Serikat (AS) dan Jerman sejak tahun 60-an, sampai saat ini belum ada yang bisa mengkomersialkan.

“Sekarang memang lebih banyak riset untuk PLTN Thorium di India, China, kanada, Brazil, Norwegia, dan lain-lain. Tapi teknologinya belum ada yang komersial,” jelas Fabby.

Dirinya menggambil contoh, India sebagai negara yang sudah melakukan riset selama 20 tahun, baru akan merencanakan memiliki PLTN Thorium komersial pada 2035-2040 mendatang. Sehingga banyak kalangan menilai, pengembangan Thorium membutuhkan waktu yang sangat lama.

Sebelumnya, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnusubroto mengungkapkan, Indonesia memiliki sekitar 210.000-280.000 ton Thorium yang masih tersimpan di dalam tanah.

Sekadar informasi, Thorium adalah salah satu jenis nuklir dengan limbah radio aktif yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Uranium.

Baca juga: Ini ‘Harta Karun’ Energi Milik Indonesia

Penulis: Citra Fitri Mardiana
Editor: Deni Muhtarudin

Sumber: jitunews.com.

BAGIKAN