3163 Suara Rakyat Indonesia untuk Keadilan Iklim Diserahkan ke Kedubes AS

Dec, 10 2010

Penulis :

IESR Jakarta, (9/12)- Sebanyak 3163 kartu pos Seruan Keadilan Iklim telah berhasil disampaikan ke publik Amerika yang mendukung keadilan iklim. Pihak Kedutaan Besar Amerika selanjutnya akan merangkum keseluruhan suara dari kartu pos dan akan disampaikan ke Kongres AS. Mereka akan memilih empat suara sebagai perwakilan dan akan diserahkan kepada Kongres Amerika Serikat. Mereka akan segera merekomendasikan Kartu Pos tersebut untuk kepada Senator Jim Webb dari negara bagian Virginia untuk digunakan sesuai keperluan negosiasi pengurangan emisi di dalam negeri Amerika Serikat.

IESR yang selama setahun ini mengkoordinasikan pengumpulan Kartu Pos merasa kampanye ini sukses membawa pesan global mengenai keadilan iklim dan komitmen negara maju mengurangi emisi kepada publik.

“Bahkan, pihak Kedutaan Besar Amerika yang diwakilkan oleh Nicholas Throckmorton mengungkapkan pendapat positifnya mengenai kampanye lewat kartu pos. Baginya, kartu pos ini merupakan kampanye yang baik untuk membawa isu global kepada masyarakat,” ujar Siti Badriyah dari IESR.

Abetnego Tarigan, Direktur Eksekutif Sawit Watch berbagi seusai audiensi, “Belum adanya komitmen Amerika Serikat untuk pengurangan emisi mempersulit kerja advokasi ke pemerintah lokal di Indonesia terutama dalam industri sawit. Lemahnya komitmen AS ini dijadikan tameng para pengusaha sawit yang mengeksploitasi hutan sehingga mereka merasa tidak perlu moratorium hutan karena negara maju saja tidak menaati komitmen di bawah Kerangka Kerja PBB atas Konvensi mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC).”

“Amerika Serikat dan negara Annex-I harus mengambil langkah ke depan untuk mengurangi emisi global agar negara berkembang yang memiliki nilai emisi tinggi seperti China dan India dapat mencontoh dengan sikap serupa. Malah yang terjadi saat ini, Amerika tidak menjadi panutan dalam pengurangan emisi global. Kalau melihat sejarah emisi di dunia, mereka yang memulai, mereka juga yang harus mengakhiri,” ujar Ali Akbar dari Walhi.

Artikel Terkait
Jan, 13 2017

Dampak perubahan iklim telah terjadi di seluruh pelosok dunia. Di beberapa tempat di Indonesia, kekeringan, curah hujan dengan intensitas dan frekuensi yang tinggi, telah mempengaruhi

Aug, 2 2013

Sehubungan dengan studi mengenai Pendanaan Energi Berkelanjutan di Indonesia, WWF Indonesia bekerja sama dengan Institute for Essential Services (IESR), yang didukung oleh NORAD, kembali mengadakan

Jan, 6 2017

IESR bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melakukan kajian awal mengenai pengarusutamaan gender di dalam sektor energi, khususnya yang terkait dengan

Jul, 22 2010

Salam Peduli Bumi, Bagi kawan-kawan yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya ini ada acara menarik yang bisa diikuti bersama keluarga, sahabat, pacar dan komunitas kalian.

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+