Antusiasme Hijau Berbinar di Green Festival dengan Karbon Kalkulator

Nov, 9 2010

Penulis :

Sejumput cerita dari Kios Karbon Kalkulator IESR pada Green Festival 2010

Salam hijau,

Pada Green Festival 2010, IESR turut ambil bagian dengan menyediakan kios Karbon Kalkulator bagi pengunjung. Acara yang diselenggarakan mulai 5-7 November 2010 ini banyak diserbu pengunjung yang kebanyakan keluarga dan anak-anak. Beberapa TK dan SD menjadikan acara ini sebagai sarana pengenalan lingkungan pada murid didik mereka.Hasilnya, senang sekali melihat sebagian generasi muda Indonesia belajar membuat lubang biopori, daur ulang sampah, dan belajar mengenai perubahan iklim.

Anak-anak ini juga sangat antusias mengikuti kegiatan bertema lingkungan di setiap kios. Tidak terkecuali di kios Karbon Kalkulator. Mereka rata-rata menyukai tampilan desain Karbon Kalkulator IESR yang bercorak kartunis sehingga penjelasan mengenai perubahan emisi karbon yang dihasilkan dari emisi gas rumah kaca dengan mudah diterima.

Dengan mengikuti kegiatan ini, kami berharap publik akan lebih paham tentang arti jejak karbon. Bagi yang belum akrab dengan jejak karbon, setiap aktivitas manusia sehari-hari sebenarnya menghasilkan emisi karbon yang berkontribusi pada pemanasan global.

Lewat penghitungan dengan karbon kalkulator, publik diharapkan dapat mengetahui besaran karbon yang mereka keluarkan. Bagi yang nilai jejak karbonnya tinggi, tentu saja dapat dibantu dengan diet karbon. Artinya, orang tersebut dapat mengurangi emisi karbonnya dengan menanam pohon, menghemat pemakaian listrik, mengurangi pemakaian kantong plastik, dan menggantikan pemakaian air minum dalam kemasan dengan botol isi ulang. Cukup mudah, bukan.

Selain itu, ada hal menarik lain yang ada di kios IESR. Para relawan kami meminta sumbangan suara dari para pengunjung untuk mengisi Kartu Pos Seruan Keadilan Iklim. Ternyata para pengunjung sangat antusias sekali mendengar penjelasan soal keadilan iklim dan meberikan beragam pesan lewat kartu pos.

Seperti yang kita ketahui, negara industri besar seperti Amerika, Jerman, Inggris, Jepang, Perancis, Kanada, dan Australia merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca pada bumi kita. Untuk itu, lewat kartu pos, masyarakat Indonesia meminta negara-negara maju agar mau menurunkan emisinya sampai dengan 40% pada tahun 2020 dan 80% pada sebelum 2050.

Seruan masyarakat ini akan kami sampaikan dalam COP 16, Cancun Meksiko. Suara teman-teman yang mengisi Kartu Pos memperlihatkan bahwa rakyat Indonesia peduli Keadilan Iklim dan menyerukan kepada negara industri untuk segera menurunkan emisi karbonnya dan membayar hutang iklim mereka terhadap Indonesia.

Mari lebih peduli terhadap Bumi, dan berikan suara untuk penyelamatannya.

Klik disini untuk turut berbagi suara secara online http://bit.ly/cLkwFD

Artikel Terkait
Jun, 1 2018

Kebijakan Energi Nasional (KEN) Indonesia mentargetkan adanya peningkatan bauran energi terbarukan dari 5% pada 2015 menjadi 23% pada 2025. Target ini mengindikasikan kapasitas pembangkitan listrik

Dec, 10 2010

IESR Jakarta, (9/12)- Sebanyak 3163 kartu pos Seruan Keadilan Iklim telah berhasil disampaikan ke publik Amerika yang mendukung keadilan iklim. Pihak Kedutaan Besar Amerika selanjutnya

Jul, 15 2010

Setelah melakukan seleksi atas sejumlah formulir yang masuk dan jawaban yang diberikan para pelamar, akhirnya Tim Penyeleksi telah menemukan 23 Calon Relawan Pembela Keadilan yang

Oct, 8 2010

Materi publikasi acara 1010 Actions-Global Work Party, event yang diselenggarakan secara internasional secara serentak pada tanggal sama diselenggarakan oleh The Climate Project Indonesia. IESR berpartisipasi

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+