Bonn Intersessional : Pembukaan SBI tidak semulus SBSTA

Jun, 4 2013

Penulis :

Sesi ke-38 SBI (Subsidiary Body for Implementation) tidak berlangsung mulus. Berakhirnya masa kerja Ad hoc Working Group on Kyoto Protocol di Doha Desember 2012 yang lalu, nampaknya memberikan dampak pada kelangsungan SBI 38 di Bonn kali ini. Perdebatan mengenai aspek prosedural di sesi ke-38 SBI telah membuat plenary SBI 38 tertunda hingga Selasa, 5 Juni 2013 pukul 10.00 waktu Bonn, Jerman.

Rusia berupaya untuk memasukkan topik pembahasan baru di dalam provisional agenda yang sudah disiapkan sebelumnya. Rusia mengajukan isu mengenai “Procedural and legal issues relating to decision-making by the Conference of the Parties and the Conference of the Parties serving as the meeting of the Parties to the Kyoto Protocol” (isu legal dan prosedural mengenai pengambilan keputusan oleh COP dan CMP). Mengajukan sebuah agenda tentu saja akan mengulur waktu negosiasi. Padahal, ada begitu banyak hal yang harus dikerjakan dan diputuskan di Warsawa, Polandia, tempat dimana COP 19 akan berlangsung.

Chair SBI mengajukan untuk tetap melakukan pekerjaan yang sudah ditetapkan di dalam provisional agenda, walaupun tidak mengadopsi agenda yang ada. Untuk agenda baru, sebuah sesi konsultasi akan diadakan untuk membahas usulan dari Rusia, Ukraina, dan Belarus. Kelompok G77 dan China tidak keberatan dengan apa yang ditawarkan oleh pemimpin sidang.

Walau demikian, Rusia berkeras untuk bekerja dengan agenda yang disepakati dan menolak proposal yang diajukan oleh chair SBI; demikian juga dengan Ukraina dan Belarus.

Pembukaan SBI ditunda hingga hari Selasa, 5 Juni 2013 pukul 10.00 waktu Bonn.

Artikel Terkait
Nov, 11 2013

IESR, Warsawa (11/11). Mulai 11 sampai 22 November 2013, para utusan khusus, menteri, delegasi pemerintah, dan masyarakat sipil serta pelaku usaha akan berkumpul di ibu

May, 16 2012

Semenjak awal dibentuknya UNFCCC, terdapat beberapa prinsip yang digunakan dalam mengarahkan kesepakatan-kesepakatan yang ada. Beberapa yang seringkali digunakan adalah CBDR (Common but Differentiated Responsibilities), RC

Nov, 30 2012

COP 18 merupakan salah satu COP yang paling penting di dalam sejarah dimulainya negosiasi mengenai perubahan iklim. Protokol Kyoto menghadapi akhir dari periode pertamanya, dengan

Jun, 13 2010

Oleh: Fabby Tumiwa (Direktur IESR) Baru-baru ini, Dirut PLN, Dahlan Iskan melontarkan ide: listrik gratis untuk orang miskin. Tulisan ini membahas kebijakan serupa yang diterapkan

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close