BPS : Awasi Harga Barang Menjelang Naiknya TDL

Mar, 17 2010

Penulis :

“Jangan menggunakan kesempatan dalam kesempitan.”

JAKARTA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan meminta pemerintah mengawasi dampak tidak langsung dari kenaikan tarif dasar listrik (TDL), yang akan diberlakukan pada Juli tahun ini.

Menurut Rusman, selama ini yang sering terjadi adalah pelaku industri ikut-ikutan menaikkan harga barang produksi jika harga TDL dinaikkan. Rusman pun mengingatkan para pelaku industri agar tidak menaikkan harga barang produksinya dengan alasan TDL naik. “Jangan gunakan kesempatan dalam kesempitan,” ujarnya kepada Tempo kemarin.

Dia menepis dugaan akan munculnya praktek spekulasi oleh pengusaha dengan menumpuk barang-barangnya menjelang kenaikan TDL. “Tidak sampai sejauh itu,” ujarnya.

Begitu pun Rusman mengakui, kenaikan TDL memang akan memberatkan konsumen rumah tangga dan industri sebagai pengkonsumsi energi listrik yang besar.

Pengamat kelistrikan dari Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, mengatakan bahwa kenaikan TDL tidak akan berpengaruh banyak pada industri kecil. Alasannya, industri-industri kecil lebih banyak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ketimbang listrik. “Kebutuhan listrik tidak signifikan,” tutur Fabby seusai talk show “Mengelola Energi Nasional” di radio Trijaya FM kemarin.

Menurut Fabby, penggunaan komponen energi listrik dalam industri hanya sebesar 5-10 persen. Sehingga, kenaikan TDL 15 persen diperkirakan hanya menambah cost production sebesar 1 persen. “Jadi kalau ada yang bilang kenaikan TDL mengakibatkan harga-harga jadi naik, itu tidak rasional,” ujarnya menegaskan.

Wakil Ketua Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik Indonesia Budi Susanto mengatakan, kenaikan TDL tidak banyak mempengaruhi industri plastik. “Jika kenaikan tarif listrik mencapai 15, persen, hanya akan mempengaruhi biaya produksi plastik hingga 1,5 persen,” kata Budi ketika dihubungi, Senin lalu.

Menurut Budi, kenaikan harga plastik lebih banyak dipengaruhi oleh harga minyak mentah, suplai, dan permintaan. “Namun saat ini suplai bahan baku dan daya beli masyarakat cenderung stabil,” kata dia.

Sebelumnya, diberitakan tentang rencana pemerintah menaikkan TDL rata-rata 15 persen mulai Juli mendatang. Dengan kenaikan sebesar itu, pemerintah masih harus menambah subsidi listrik dari Rp 37,8 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 menjadi Rp 54,5 triliun dalam Rancangan APBN Perubahan 2010.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, kenaikan TDL sebesar 15 persen itu belum angka pasti. Ia beralasan besaran kenaikan TDL masih harus dibahas bersama DPR. “Pemerintah tak bisa sepihak,” ujarnya sebelum rapat paripurna kabinet di Istana Negara, Senin lalu.

Hatta menjelaskan, pembahasan kenaikan TDL baru mulai dilakukan pada April mendatang.

Rencana pemerintah menaikkan TDL mendapat dukungan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). “Dengan argumen yang rasional, kami memahami keinginan pemerintah untuk menaikkan TDL,” ujar Tulus Abadi, pengurus harian YLKI, kepada Tempo pekan lalu.

Sedangkan Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menolak rencana kenaikan TDL (Majalah Tempo, 15 Maret 2010). ARIE FIRDAUS I RATNANING ASIH I DWI RIYANTO I EKA UTAMI

http://www.korantempo.com.

Artikel Terkait
Nov, 25 2010

JAKARTA (SINDO) – Pemerintah menyiapkan komitmen pendanaan (dana penjamin) Rp1.162 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 untuk proyek energi panas bumi atau geotermal.

Apr, 4 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle terus tertekan di zona merah bahkan berakhir anjlok lebih dari 3% pada perdagangan Rabu (3/4/2019). Berdasarkan data Bloomberg,

Jun, 14 2010

Senin, 14 Juni 2010 | 04:51 WIB Jakarta, Kompas – Pada dasarnya kenaikan tarif dasar listrik atau TDL tidak menimbulkan beban signifikan terhadap industri. Akan

Jun, 14 2010

JAKARTA – Banyaknya kritik tentang subsidi listrik yang dinilai salah sasaran membuat Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan memutar otak. Dia akan minta

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close