Cadangan Menipis, Sektor Migas Tak Bisa Menopang Anggaran Negara

Sep, 24 2015

Penulis :

Cadangan-Menipis-Sektor-Migas-Tak-Bisa-Menopang-Anggaran-Negara1

Jakarta,EnergiToday— Hingga kini sumber minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air sudah semakin menipis, untuk itu Pemerintah diminta tidak lagi mengandalkan sektor migas sebagai penopang anggaran negara.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Cahyono Adi di Jakarta.

“Kondisi hulu migas sekarang, konsumsi kita terus meningkat tapi produksi terus turun,” tuturnya.

Namun, tambahnya, meskipun dalam kondisi seperti ini, negara masih mengharapkan sektor migas menjadi penopang anggaran belanja.

“Pemerintah masih menetapkan lifting migas sebagai salah satu asumsi dasar dalam menyusun kerangka ekonomi makro,” ujarnya.

Adi menegaskan, nantinya lifting tersebut akan dihitung sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PBNp) dari sektor migas. Pasalnya, dalam kondisi saat ini akan sulit bagi migas untuk memenuhi target lifting dalam APBN.

Sebagai informasi, memasuki 1990-an, produksi minyak Indonesia terus menurun. Menurut data Kementerian ESDM, 1997 produksi minyak mentah Indonesia mencapai 1,5 juta bph dan pada 2007 merosot menjadi 952 ribu bph.

Sumber: Energitodaynews.com.

Artikel Terkait
Dec, 19 2018

Institute Essentials Services Reform (IESR) mencatat tidak ada kemajuan yang berarti dalam pengembangan energi terbarukan di tahun 2018. Diperkirakan 2019 laju energi terbarukan akan semakin

Aug, 18 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Tarif dasar listrik sudah sepatutnya dinaikkan. Ini mengingat anggaran subsidi listrik, termasuk subsidi bahan bakar minyak, terlampau besar sehingga mengurangi jatah anggaran

Sep, 8 2015

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli bakal menurunkan target pembangunan proyek listrik 35 ribu megawatt (MW) menjadi 16 ribu MW sampai

Mar, 10 2018

PLN bisa mendapat harga US$ 44-US$ 58 per ton jika HBA batubara dipatok US$ 70 per ton JAKARTA-KONTAN.Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+