Krisis Listrik Jawa Bali Masalah yang tak Kunjung Selesai

Sistem kelistrikan Jawa-Bali kembali semaput menjelang tutup bulan Februari lalu. Krisis listrik yang dipicu menipisnya pasokan listrik pada sejumlah PLTU PT PLN (Persero) akibat sulitnya kapal tongkang merapat ke dermaga akibat gelombang tinggi di perairan laut. Namun, respons dari pejabat PLN mencuat, cuacalah yang menjadi biang keladinya.

Mari Menghemat Listrik

Petugas PLN memeriksa sistem transmisi listrik di Jakarta. Pemadaman itu berkaitan dengan terhambatnya pasokan batu bara untuk menggerakkan mesin pembangkit listrik. Hal ini disebabkan terhambatnya kapal pengangkut batu bara dari Pulau Kalimantan. Kapal terkendala sampai di pelabuhan tepat waktu karena dihantam gelombang tinggi akibat badai Nicholas yang terjadi di selatan Pulau Bali. Akibat dari itu, pembangkit listrik pun tidak maksimal menghasilkan listrik.

Warga Sesalkan Kekurang jelasan Sosialisasi Pemadaman Listrik

kapanlagi.com - Sosialisasi tentang pemadaman listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dirasakan sebagian warga kurang jelas dan tidak dijabarkan secara terperinci sehingga terdapat warga yang menyesalkan hal tersebut. "Saya lihat di berita, listrik baru akan dipadamkan pada Kamis (21/2). Tapi nyatanya mati lampu di rumah saya sudah terjadi pada Rabu (20/2) malam," kata warga Ciputat, Surami (58), di Jakarta, Jumat.

Listrik Padam, Industri Makanan Merugi

[JAKARTA] Pemadaman listrik yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) akibat tersendatnya pasokan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik, dipastikan merugikan kalangan pengusaha, khususnya yang bergerak di pengolahan makanan dan minuman. Secara umum, ketidakmampuan pemerintah dan PLN memasok kebutuhan listrik, akan menurunkan daya saing ekonomi Indonesia di mata internasional.