Dirut PLN: Tidak Ada Monopoli, TDL Bisa Naik 30%

Jun, 12 2010

Penulis :

Mosi Retnani Fajarwati
Dahlan Iskan
(inilah.com/Wirasatria)

INILAH.COM, Banten – Penghapusan monopoli listrik oleh PT PLN (Persero) berpotensi mendongkrak Tarif Dasar Listrik (TDL). Bahkan jika pemerintah membuka peluang bagi swasta, TDL bisa naik hingga 30%.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan dalam acara media briefing bertema ‘Dampak Kenaikan Tarif Dasar Listrik Bagi Industri dan Perekonomian Indonesia 2010’, melemparkan pertanyaan kepada pewarta apakah dengan menghilangkan monopoli listrik oleh PLN dapat mengurangi TDL. “Tidak,” tandasnya di Pulau Bidadari, Sabtu (12/6).

Dahlan mengungkapkan, asumsi penghapusan monopoli, justru membutuhkan biaya tinggi dalam produksi listrik. Saat ini, harga jual listrik dari PLN adalah Rp600 per kWH, sementara harga produksinya Rp1.000 per kWH.

“Kalau nanti tidak ada monopoli dan ada perusahaan masuk yang lebih efisien dari PLN yang sekarang produksinya kira-kira Rp1.000, dia bisa buat Rp900-950 per kWH kalau dibuka bebas, saya kira bakal naik TDL. Ini terbukti di Filipina, di sana semuanya swasta gak ada PLN. Jadi naik 30 persen,” paparnya.

Menurutnya, bisnis listrik berbeda dengan bisnis lain seperti telekomunikasi, bank dan minyak, dengan teknologi yang belum banyak berubah dari tahun ke tahun. “Minyak bisa diangkut pakai kapal,tapi listrik beda. Itulah yang membedakan listrik dengan BBM,bank, telepon. Listrik yang paling tidak berubah, masih dibangkitkan dan disalurkan dengan trafo,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan pengamat kelistrikan Fabby Tumiwa. Menurutnya, dalam investasi, bisnis sektor kelistrikan dan telekomunikasi merupakan hal yang berbeda. Ia pun mencontohkan bahwa dengan Rp150-200 triliun, pengusaha listrik baru bisa mendapatkan daya yang kecil, sekitar 2.500 MW.

Sedangkan dengan investasi yang sama, pengusaha telekomunikasi sudah bisa dikatakan besar, dan dalam 7 tahun sudah bisa balik modal. “Untuk listrik,tidak demikian,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Fabby menilai, permasalahan dalam penyaluran listrik tersebut disebabkan adanya kapitalisasi intensif, ketidakpastian energi primer, serta ketidakpastian bahan baku. [ast]

http://inilah.com.

Artikel Terkait
Jul, 12 2019

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 11:29 WIB Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan konsisten menerapkan mekanisme

Apr, 4 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle terus tertekan di zona merah bahkan berakhir anjlok lebih dari 3% pada perdagangan Rabu (3/4/2019). Berdasarkan data Bloomberg,

Feb, 14 2010

  Jakarta – PT PLN (Persero) didesak untuk segera mencabut penerapan tarif baru bagi pelanggan listrik golongan 6.600 Volt Ampere ke atas karena dinilai tidak

Apr, 5 2010

JAKARTA (SI) – Pemerintah berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) bagi pelanggan golongan 450 volt ampere (VA) dan 900 VA sebesar 10% mulai Juli 2010.

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+