Diskusi Harapan, Tujuan dan Posisi Indonesia pada COP-16 Cancun

Nov, 30 2010

Penulis :

Laporan Kegiatan

Kegiatan berlangsung sejak pukul 10.15 dengan pembicara pertama Bapak Rachmat Witoelar, sebagai perwakilan Delegasi RI. Pembicaraan banyak berkisar dalam posisi Indonesia dan secara keseluruhan membicarakan Cancun Outcome. UNFCC diakui beliau sebagai salah satu perundingan yang kompleks dan alot. Sementara itu kecenderungan permasalahan perubahan iklim ini bukanlah hanya masalah lingkungan saja, tetapi sudah politis. Posisi Indonesia masih mengambil jalan tengah, dengan mencoba menargetkan penurunan emisi seperti yang dicanangkan Presiden SBY sebesar 26% pada 2020.

Sementara pembicara dari Kementrian Lingkungan Hidup, Ibu Liana Bratasida banyak mengungkapkan opsi-opsi dan skenario perundingan COP16 Cancun. Mekanisme pendanaan juga banyak dibicarakan mengingat Indonesia membutuhkan dana untuk mitigasi dan adaptasi iklim.

Artikel Terkait
Oct, 22 2010

Yogyakarta. Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Nasional Perubahan Iklim dengan tema “Perubahan lklim di lndonesia: Mitigasi dan Strategi Adaptasi dari Tinjauan Multidisiplin, di

Dec, 10 2010

IESR Jakarta, (9/12)- Sebanyak 3163 kartu pos Seruan Keadilan Iklim telah berhasil disampaikan ke publik Amerika yang mendukung keadilan iklim. Pihak Kedutaan Besar Amerika selanjutnya

Sep, 24 2019

Energi fosil telah menjadi fondasi dari sistem energi, pertumbuhan ekonomi, dan gaya hidup modern. Eksploitasi dari bahan bakar fosil telah mendongkrak penggunaan energi global menjadi

Oct, 17 2019

Pada tanggal 10 Oktober 2019, bertempat di JIEXPO Kemayoran, Institute for Essential Services Reform (IESR) menyelenggarakan seminar dan diskusi “Percepatan Pengembangan PLTS di Indonesia untuk

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close