DPR Tegaskan TDL tidak Naik pada 2011

Sep, 29 2010

Penulis :

Media Indonesia.com, Rabu, 29 September 2010 21:06 WIB

JAKARTA–MI: Anggota Komisi VII DPR RI Satya W Yudha menegaskan pembatalan kenaikan TDL sudah final. Menurutnya, opsi tidak naiknya TDL merupakan pilihan yang diberikan pemerintah kepada DPR.

“Sewaktu Rapat Kerja Penetapan Asumsi Makro RAPBN 2011 antara Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI yang lalu pemerintah memberikan opsi itu dan seharusnya opsi tersebut sudah dikaji. Jadi jangan dibuat seolah-olah tidak naiknya TDL itu di luar skenario,” cetus Satya, Rabu (29/9).

Satya pun kembali menyarankan agar PLN melakukan efisiensi, salah satunya dengan mengurangi penggunaan BBM dalam produksinya. Sebagai gantinya, ia pun menyarankan optimalisasi penggunaan gas dan batu bara produksi dalam negeri.

Selain itu, Satya pun menegaskan, Badan Anggaran (Banggar) DPR pun telah menyetujui pembatalan kenaikan TDL tahun depan. Menurutnya, keputusan dari Banggar nantinya akan berasal dari masukan yang diberikan oleh Komisi VII.

“Jika nanti subsidi pun bengkak karena tidak adanya kenaikan TDL, kita bisa mengoptimalkan pendapatan lain, misalnya dari pajak,” imbuh Satya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services (IESR) berpendapat tarif dasar listrik (TDL) mau tidak mau harus naik. Menurutnya, jika dijabarkan, 60% Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik merupakan biaya energi primer batubara, gas, minyak.

“Kalau kita lihat tren harganya relatif tetap atau bahkan naik. Untung pada tahun ini krisis di Eropa dan Amerika Serikat belum 100% pulih sehingga harga minyak tidak terlalu bergejolak. Padahal konsumsi BBM PLN pada tahun ini lebih tinggi dari pada asumsi APBN, sehingga itu masih bisa dikembalikan walaupun ada tambahan program yang bebas pemadaman meningkatkan konsumsi BBM. Kalau kita lihat apabila pemerintah tidak ingin menaikan TDL atau mengurangi subsidi maka komponen yang perlu dikendalikan harga primer PLN,” papar Fabby saat ditemui pada acara Peluncuran Film tentang Kemiskinan Energi: Air, Tahu dan Internet di Jakarta, Rabu (29/9).

Ia menyarankan agar pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) tidak kepada pelanggan industri, melainkan bagi pelanggan rumah tangga golongan 450-900 volt ampere (VA). Pasalnya, kenaikan TDL yang diberlakukan pada pelanggan rumah tangga akan memberi dampak ekonomi yang lebih rendah. Sedangka, jika kenaikan TDL diberlakukan kepada pelanggan industri akan menaikkan biaya produksi, seperti memberikan biaya kompensasi atas barang dan jasa yang mereka jual ke masyarakat dan dan dapat mempengaruhi tingkat daya beli dan inflasi.

Pelanggan golongan 450-900 VA menurut Fabby selama ini menerima subsidi paling banyak dan belum tentu masuk dalam masyarakat miskin.

“Yang paling banyak terima subsidi adalah pelanggan R1 450-900 VA. Selain pelanggan golongan ini menerima subsidi listrik terbesar, pelanggan 450-900 VA belum tentu masuk dalam golongan masyarakat kurang mampu. Komisi 7 DPR bilang mereka masuk kategori masyarakat miskin. Tapi versi Badan Pusat Statistik (BPS) yang masuk dalam kategori miskin adalah mereka yang berpendapatan Rp 218 ribu per bulan,” paparnya. (*/OL-3)

Artikel Terkait
Dec, 3 2013

JAKARTA – Menurut Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswo Utomo, di Jakarta, Selasa (26/11), upaya menambah sumber listrik baru sudah tidak dapat

Jan, 30 2018

JAKARTA-The Jakarta Post. Pemerintah akan merancang harga listrik yang baru dengan memasukan harga batubara acuan (HBA) sebagai salah satu komponen perhitungan, ini adalah upaya yang

Feb, 5 2017

Jakarta- Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman menjelaskan bahwa peraturan baru terkait jual beli listrik melalui Peraturan Menteri ESDM bertujuan

Feb, 27 2017

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Wilayah timur Indonesia miliki potensi besar dalam hal pengembangan sumber energi baru terbaru dan terbarukan atau EBT. Apalagi, dengan terbitnya Peraturan Menteri ESDM

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+