Hemat Rp 6 Triliun jika Upaya PLN Tak Meleset

Oct, 2 2010

Penulis :

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 03:51 WIB

Jakarta, Kompas – Langkah penghematan yang dapat dilakukan pemerintah bersama PT PLN diperkirakan hanya akan memangkas anggaran subsidi listrik 2011 sebesar Rp 6 triliun. Padahal, dibutuhkan tambahan Rp 12 triliun jika tarif dasar listrik tidak dinaikkan 15 persen pada 2011.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat (1/10).

Gap tersebut harus dicari solusinya. Hal itu harus disadari oleh Badan Anggaran DPR, yang kini tengah membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011.

Hatta menegaskan, penghematan Rp 6 triliun hanya dapat dicapai jika semua tambahan upaya yang harus dilaksanakan PLN tidak meleset. Upaya tersebut antara lain menambah pasokan gas serta menyiapkan alat angkut dan pengolah gas yang mengambang di laut, yang dapat digerakkan ke semua wilayah di Indonesia.

Menurut Hatta, apabila tarif dasar listrik (TDL) tidak dinaikkan, opsi yang bisa diambil pemerintah antara lain memangkas anggaran kementerian dan lembaga bukan kementerian. Ini karena pemerintah ingin tetap mempertahankan defisit anggaran sebesar 1,7 persen dari produk domestik bruto.

”Kami tidak akan memangkas anggaran infrastruktur. Ada atau tidak ada kenaikan TDL, kami harus memangkas anggaran aparatur yang bisa dihemat, seperti biaya perjalanan,” kata Hatta.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa, penghematan terbesar yang dapat dilakukan PLN adalah mengurangi konsumsi bahan bakar minyak 2011 menjadi 8,5 juta kiloliter sehingga ada potensi penghematan Rp 5,2 triliun.

Sementara perbaikan efisiensi jaringan akan menghemat Rp 1 triliun. Menurunkan bagian (alfa/tambahan nilai ekonomi) pembelian BBM untuk Pertamina, dari 5 persen menjadi 3 persen. Penghematan dari penurunan alfa Pertamina sekitar Rp 1 triliun.

Perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa bisa menghemat Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun sehingga total penghematan Rp 8,2 triliun. ”Seluruh efisiensi itu dapat dicapai jika pasokan gas ke PLN mencukupi dan ada keputusan politik soal penurunan alfa Pertamin,” kata Fabby. (OIN)

Sumber: http://print.kompas.com.

Artikel Terkait
Nov, 18 2011

JAKARTA (IFT) – Subsidi listrik hingga kuartal III 2011 mencapai Rp 65,77 triliun, melebihi kuota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2011 sebesar Rp

Jun, 16 2012

Jakarta, Kompas – Dokumen keluaran Konferensi Pembangunan Berkelanjutan PBB di Rio de Janeiro, 20-22 Juni 2012, dinilai kian melemahkan perlindungan terhadap masyarakat sipil. Masyarakat dihadapkan

Sep, 15 2015

Upaya Wujudkan Pembangkit Listrik 35 Ribu Megawatt JAKARTA – Target Presiden Joko Widodo merealisasikan pembangkit listrik 35 ribu megawatt dinilai bakal sulit tercapai. Sebab, jika

Aug, 4 2018

Hak atas foto ANTARA FOTO/FB ANGGORO Walaupun pemerintah Indonesia menampik ada pertimbangan politik di balik penunjukan PT Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan di Riau, pengamat menganggap

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+