Komite Bank Dunia : Bank Dunia Belum Jalankan Mandat Publik

May, 6 2010

Penulis :

JAKARTA. Dengan peningkatan general kapital US$86 miliar dari pemegang saham utama, Bank Dunia dan kelompoknya belum menunjukkan komitmennya dalam menjalankan mandat publik dalam mendukung langkah-langkah penegakan energi bersih. Sebaliknya, Bank Dunia justru memobilisasi uang rakyat untuk mensubsidi industri bahan bakar fosil dalam termal skala besar, proyek-proyek hidropower, dan reformasi energi yang terkait.

Berdasarkan penelitian Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Bank Information Centre (BIC) terkait portofolio Bank Dunia di sektor energi Indonesia, pengaruh Bank Dunia di sektor energi Indonesia selama lebih dari 40 tahun dalam memberikan pelayanan kredit dan nonpinjaman belum menemui sasaran.

Laporan dari hasil penelitian ini akan dibawa dalam Konsultasi Publik Bank Dunia di Sektor Energi Indonesia pada Kamis ini (6/7), di Jakarta. Bank Dunia akan melakukan sosialisasi kebijakan dan strategi energinya di Indonesia.

“Sejak tahun 1969, Bank Dunia telah memberikan lebih dari US$ 5,4 miliar sebagai pinjaman untuk energi di Indonesia yang memiliki fokus pada sentralisasi, skala besar, grid berbasis termal, proyek tenaga air, serta viabilitas keuangan dan privatisasi aktiva pajak tangguhan listrik negara. Hasil penelitian ini kami ajukan dalam acara Konsultasi Publik Bank Dunia di Sektor Energi Indonesia oleh Bank Dunia pada Kamis ini (6/7) di Jakarta,” kata Direktur IESR Fabby Tumiwa.

Fabby juga menjelaskan, Bank Dunia telah melakukan kebijakan yang justru mengedepankan utang publik secara kotor untuk sektor energi tinggi dengan menunda pinjaman untuk proyek geothermal (panas bumi) di Sumatera dan Sulawesi Utara sebesar US$500 juta, US$530 juta untuk proyek hidropower di Jawa Barat, dan US$225 juta untuk proyek transmisi di Jawa dan Sumatera.

“Jelas sekali, sebagai lembaga keuangan internasional yang katanya peduli terhadap perubahan iklim dan akan memberikan akses energi terjangkau bagi masyarakat miskin dan pedesaan, Bank Dunia tidak konsekuen. Penanggulangan kemiskinan tidak berjalan sama sekali,” tandasnya.

Sigit Widya

http://www.kontan.co.id.

Artikel Terkait
May, 11 2017

Jakarta, KONTAN- Pelaksanaan Permen EDM No. 10/2017 tentang Pokok-Pokok Dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik mendapatkan tantangan dari pengusaha pembangkit. Aturan ini mulai berlaku akhir

Dec, 9 2015

Masih banyak daerah yang belum mendapat aliran listrik Oleh : Daurina Lestari, Arie Dwi Budiawati VIVA.co.id – Pemerintah telah meluncurkan kapal energi Marine Vessel Power

Aug, 9 2011

INILAH.COM, Jakarta – Kebutuhan minyak dan gas bumi pada 20 tahun ke depan diprediksi akan tetap tinggi, kendati diversifikasi energi marak digalakkan. Free Download WordPress

May, 6 2010

Submitted by rinda on Thu, 06/05/2010 – 20:54 SatuDunia, Bank Dunia selama ini telah memerankan peran yang sangat penting dalam sektor energi secara global. Sebagai

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+