Listrik Padam, Industri Makanan Merugi

Feb, 22 2008

Penulis :

[JAKARTA] Pemadaman listrik yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) akibat tersendatnya pasokan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik, dipastikan merugikan kalangan pengusaha, khususnya yang bergerak di pengolahan makanan dan minuman. Secara umum, ketidakmampuan pemerintah dan PLN memasok kebutuhan listrik, akan menurunkan daya saing ekonomi Indonesia di mata internasional.

Demikian dikemukakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani, dan Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa, secara terpisah di Jakarta, Kamis (21/2).

Industri makanan dan mimuman bergantung pada energi listrik. Apabila pemerintah, melalui PLN, tidak bisa menjamin ketersediaan sumber energi untuk industri, jangan heran industri nantinya semakin terpuruk, ujar Sofjan.

Menurutnya, industri pengolahan makanan dan minuman bisa merugi cukup besar, karena produksinya gagal. Untuk itu, dia mengingatkan, kebijakan pemerintah menggurangi subsidi listrik demi menyelamatkan APBN, jangan sampai membebani industri. Senada dengan itu, Franky Sibarani menuturkan, pemadaman listrik selama dua hari terakhir berpengaruh pada industri makanan dan minuman. Penjualan atau pengiriman barang yang sudah diproyeksikan jauh-jauh hari, otomatis terundur karena proses produksi terganggu akibat pemadaman listrik.

PLN tidak bisa memadamkan listrik semaunya. Banyak industri yang bergantung pada energi listrik setelah harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikan pemerintah. Tindakan ini (pemadaman) lagi- lagi menyebabkan ekonomi biaya tinggi di sektor industri, ujar Franky.
Dia mengingatkan, selama ini pelaku industri berusaha menerima alasan pemerintah yang kadang tidak masuk akal. Ketika harga BBM industri naik, pemerintah berjanji pasokan listrik dan gas yang digunakan sebagai konversi BBM terjamin. Kenyataannya, pemerintah cuci tangan atau tidak peduli ketika PLN memadamkan listrik dengan berbagai alasan, tandasnya.

Sementara itu, Fabby Tumiwa mengingatkan, pemadaman listrik menurut rencana hingga Selasa (26/2), selain menimbulkan kerugian ekonomi, juga akan menurunkan daya saing perekonomian nasional. Sebab, pelaku usaha akan merasa kelangsungan usahanya terancam akibat tidak adanya kepastian pasokan sumber energi untuk industri. Dia mengungkapkan, berdasarkan perhitungan IESR, dampak ekonomi yang dirasakan setiap golongan pelanggan akibat pemadaman berbeda-beda. Misalnya, pelanggan rumah tangga, saat pemadaman menggunakan listrik 1-2 kwh, dapat diartikan service interruption cost (SIC) atau biaya akibata terganggunya layanan sebesar US$ 3-US$ 6 per kwh. Secara umum, SIC akibat pemadaman listrik di Indonesia saat ini rata-rata US$ 3,53 per kwh (sekitar Rp 32.000 per kwh).

Fabby menyayangkan pemerintah dan PLN yang tidak mengantisipasi terjadinya cuaca buruk, misalnya dengan menambah pa- sokan di atas kebutuhan normal. Faktor Teknis Pada kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, pemadaman listrik tidak terkait dengan kebijakan ekonomi makro nasional. Hal itu semata disebabkan faktor teknis, yaitu yaitu badai di selatan Bali yang mempengaruhi pengangkutan batu bara.

Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Darnel Ibrahim menambahkan, saat ini kapal pengangkut batu bara telah merapat di Tanjung Jati B. Namun, karena gelombang masih tinggi, belum dapat membongkat muatan.

[EAS/IGK/A-17]
Last modified: 22/2/08

http://koranindonesia.com.

Artikel Terkait
Oct, 26 2017

Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia masih berkutat soal insentif dan infrastruktur “Mobil listrik harus kita perhitungkan. Harus kita lihat. Karena semua akan mengarah ke sana.”

Oct, 11 2011

Jakarta, Kompas – Pola kerja sama pemerintah-swasta dalam pelaksanaan proyek pembangkit listrik tenaga uap Jawa Tengah berkapasitas 2 x 1.000 megawatt dengan nilai investasi Rp

Jul, 15 2019

Istu Septania | The Jakarta Post Jakarta   / Mon, July 15 2019   / 02:46 am The alternative energy sector is poised to experience

Mar, 20 2012

JAKARTA, KOMPAS.com — Penundaan kenaikan TDL bisa tidak berdampak, jika pemerintah dan DPR dapat menutup biaya produksi listrik dengan penambahan subsidi. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+