Mau Dibawa Kemana Energi Kita?

Aug, 10 2010

Penulis :

JAKARTA – Indonesia sesungguhnya memiliki beragam jenis potensi sumber daya terbarukan.

Sayangnya, berbagai potensi yang kita miliki belum dikembangkan secara optimal. Lalu, jenis energi terbarukan apa yang paling potensial untuk dikembangkan dan apa yang harus dilakukan pemerintah agar sumber daya terbarukan yang kita miliki ini tidak disia-siakan begitu saja? Berikut hasil wawancara SH dengan Fabby Tumiwa selaku Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reforms (IESR).

Sekali lagi, apakah energi terbarukan memang benar memiliki nilai potensial tinggi di Indonesia?

Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang jenisnya cukup beragam dan juga cukup besar. Hanya saja sebagian besar potensi energi tersebut belum dikembangkan secara optimal. Potensi sumber daya energi angin tidak terlalu besar karena lokasi Indonesia di daerah tropis, tetapi di sejumlah kawasan tertentu, misalnya NTT potensi angin cukup besar.

Apa Anda setuju kalau kelapa sawit dijadikan energi alternatif juga?

Limbah kelapa sawit dalam bentuk empty fruit bunch dapat menjadi feedstock bahan bakar untuk pembangkit listrik. POME dapat di-recovery gas metana yang terkandung untuk dibakar dan membangkitkan tenaga listrik. Minyak kelapa sawit juga dapat dijadikan bahan bakar sebagai campuran biodiesel, tetapi biaya produksinya masih sangat mahal. Belum lagi dampak sosial dan lingkungan akibat penanaman sawit yang perlu dipertimbangkan.

Bagaimana dengan nuklir?

PLTN sangat bergantung pada pasokan bahan bakar nuklir yang hanya dipasok oleh sejumlah perusahaan di barat. Selain itu, risiko fluktuasi harga uranium cukup tinggi.

Menurut Anda, apa jenis energi terbarukan apa yang harus dikonsentrasikan di Indonesia?

Seluruh energi terbarukan yang punya potensi di Indonesia seharusnya dapat dikembangkan. Prioritas pada saat ini dapat diberikan kepada panas bumi dan mikrohidro.

Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan di Indonesia?

Pertama, kerangka kebijakan dan peraturan yang memberikan insentif bagi energi terbarukan dan disinsentif untuk penggunanan energi yang tidak terbarukan. Kedua, strategi dan program yang ber­orientasi pada jangka panjang. Ketiga, kebijakan harga energi (pricing policy) dan subsidi energi. Keempat, pasar (market).

http://www.sinarharapan.co.id.

Artikel Terkait
Jun, 19 2013

JAKARTA – Saat ini, rasio elektrifikasi di Tanah Air sebesar 76,3 persen dan ditargetkan sampai akhir tahun meningkat menjadi 79,6 persen, salah satunya yang belum

Sep, 7 2011

JAKARTA (IFT) – PT PLN (Persero), badan usaha milik negara di sektor kelistrikan, memperkirakan realisasi konsumsi bahan bakar minyak yang digunakan untuk pembangkit listrik yang

Jul, 12 2002

The Jakarta Post, Jakarta | Fri, 07/12/2002 7:06 AM | Business A’an Suryana, The Jakarta Post, Jakarta A group of non-governmental organizations (NGOs) said that

Feb, 20 2018

Jakarta-Republika Online. Skema Domestic Market Ob­ligation (DMO) dalam membeli batu bara sebentar lagi akan berlaku bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN/Persero). Perusahaan batu bara tidak terke­cuali perusahaan BUMN

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+