Mewujudkan Masyarakat Rendah Karbon di Car Free Day Rasuna Said

Mar, 25 2011

Penulis :

Minggu Pagi, 20 Maret 2011 ini IESR kembali berpartisipasi di acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Jakarta Selatan yang dipusatkan di sekitar jalan Rasuna Said, Kuningan.

Cuaca cerah dan banyak masyarakat Jakarta yang berpartisipasi antara lain dengan mengikuti senam bersama, bersepeda dan tentu saja mengukur jejak karbon mereka di tenda Kalkulator Jejak Karbon. Selain mengukur, masyarakat juga banyak bertanya dan ingin tahu mengenai peran mereka dalam pemanasan global. Dari aktivitas sehari-hari seperti penggunaan listrik, transportasi, plastik, dan kertas juga menghasilkan jejak karbon.

Kali ini, kegiatan yang dicanangkan oleh Pemerintah DKI Jakarta juga merupakan realisasi target pengurangan tingkat emisi gas rumah kaca sebesar 30% sampai dengan tahun 2030. Untuk itu IESR dengan Kampanye “Mewujudkan Masyarakat Rendah Karbon” merasa bahwa inisiatif Pemerintah DKI Jakarta perlu didukung dengan sosialisasi mengenai emisi gas rumah kaca dan penurunannya pada masyarakat.

“Upaya-upaya untuk menurunkan emisi karbondioksida, seperti penggunaan energi secara efisien, mengurangi konsumsi barang secara berlebihan secara positif dapat berkontribusi terhadap target penurunan emisi yang dicanangkan pemerintah baik pusat, maupun Pemda DKI Jakarta,” tambah Siti Badriyah.

Melihat antusiasme pengunjung yang berada di area panggung utama yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai jejak karbon, maka staf program Climate Justice IESR, Siti Badriyah memberikan penyuluhan. Pesan yang disampaikan jelas yaitu mengenai apa itu jejak karbon dan hal-hal kecil yang bisa dilakukan masyarakat untuk mulai mengurangi jejak karbon.

IESR juga mengajak jajaran Walikotamadya Jakarta Selatan untuk lebih perhatian terhadap penghematan energi masyarakat yang salah satunya bisa dilakukan dengan mengetahui jejak karbon lewat Kalkulator Jejak Karbon. Secara simbolis, Siti Badriyah memberikan panduan pengisian Kalkulator Karbon dengan Walikota Jakarta Selatan, Bapak H. Syahrul Effendi, SH, MM.

Berbagai komitmen individu yang dibuat dengan bantuan Kalkulator Jejak Karbon sepanjang Februari hingga November 2011 akan direkam dan dikumpulkan oleh IESR, dan hasilnya akan disampaikan pada saat COP Kerangka Kerja PBB Perubahan Iklim ke-17 di Durban, Afrika Selatan pada Desember 2011.

Artikel Terkait
Aug, 3 2018

Penyediaan tenaga listrik di seluruh dunia tengah mengalami tranformasi besar. Harga listrik dari sumber energi terbarukan seperti angin dan surya semakin terjangkau dan bersaing dengan

Aug, 2 2013

Perubahan iklim telah terjadi dimana-mana. Dampaknya berupa cuaca ekstrim sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Banjir yang terjadi di Magdeburg, Jerman, bulan Juni yang lalu juga

Nov, 21 2018

Reformasi kebijakan di sektor ketenagalistrikan menjadi kunci dalam proses tranformasi energi Gelombang tranformasi energi tengah melanda dunia. Sistem ketenagalistrikan kini bergerak menuju sistem yang lebih

Aug, 27 2011

Upaya Indonesia untuk mengimplementasikan EITI (Extractive Industries Transparency Initiative) – sebuah standard internasional pelaporan penerimaan negara dari sektor ekstraktif (minyak, gas, mineral) – menunjukan tanda

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+