Negara Maju Produksi 70% Emisi Dunia

Jul, 26 2010

Penulis :

Kurniawan Tri Yunanto/ Rosmi Julitasari-

VHRmedia, Jakarta – Sebanyak 70% emisi dunia diproduksi oleh negara maju. Namun mereka masih belum mau mengurangi emisi gas karbon yang dihasilkan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR): “70% emisi dunia diproduksi oleh negara maju yang jumlahnya hanya 20% dari masyarakat dunia.”

Fabby menambahkan, dari tahun ke tahun pertemuan iklim dunia tidak pernah serius menekan kadar emisi mereka. Copenhagen Accord menyatakan target global untuk membatasi kenaikan temperatur di bawah 2 derajat celcius.

“Jika pertambahan emisi ini tidak dikendalikan, maka sebelum 2050 kenaikan temperatur suhu bumi terus naik, dan dampaknya akan mengerikan,” kata Faby.

Dampak yang sudah nyata adalah naiknya permukaan air laut, bencana ada di mana-mana dan terganggunya masalah ketahanan pangan. Pada tahun 2007, Kementerian Lingkungan Hidup memperkirakan sekitar 4000 pulau terancam hilang.
Desakan agar negara maju mau menurunkan kadar emisi karbon dipresentasikan dalam kartu pos yang dirilis Institute for Essential Services Reform (IESR), Civil Society Forum (CSF), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Minggu (25/7).
Kartu pos itu akan dibawa ke pertemuan iklim internasional COP 16 di Cancun, Mexico pada 28 November – 11 Desember 2010. Kartu pos desakan ini ditujukan kepada negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Jepang, Prancis, Kanada, dan Australia. kata Fabby.

Teguh Surya, koordinator juru kampanye WALHI, mengatakan, perundingan internasional saat ini cenderung dibawa ke perjanjian bilateral. Artinya, dalam perjanjian bilateral tidak diatur mengenai sanksi.

“Jadi, kesepakatan internasional itu dialihkan menjadi perjanjian bilateral. Akibatnya, pengalihan isu akan mudah dilakukan,” kata Teguh.

Setidaknya terdapat 26,6 juta hektar lahan di Indonesia, akan diperdagangkan melalui mekanisme perdagangan karbon. Skema perdagangannya sangat murah, hanya Rp 12 per meter perseginya.
“Skema ini menjauhkan negara Annex 1 untuk mengurangi emisi, yang menjadi tanggungjawabnya,” kata Teguh. (E6)

http://www.vhrmedia.com.

Artikel Terkait
Oct, 14 2016

Baru saja Presiden RI Joko Widodo melantik Ignasius Jonan selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) definitif. Bersamaan dengan itu, Jokowi juga mengangkat Arcandra

Aug, 24 2011

KBR68H – Bak anak ayam mati di lumbung padi. Ungkapan yang tampaknya pas disematkan ke PLN. Perusahaan setrum negara ini malah tak kebagian gas di

Mar, 6 2017

Investor Daily – Sejumlah pengamat energi dan akademisi menilai meski peraturan kelistrikan berubah, dimana peran PLN ditingkatkan dalam mengoptimalkan pembangunan pembangkit listrik di Tanah Air,

Jun, 13 2010

JAKARTA (Pos Kota) – DPR dan pemerintah belum memutuskan skenario tarif dasar listrik (TDL). Namun PLN sudah ‘mencuri start’ dengan menaikkan harga jual listrik terhadap

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close