Nuklir Opsi Terakhir Penuhi Kebutuhan Listrik

Feb, 23 2011

Penulis :

JAKARTA (IFT) – Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir menjadi pilihan terakhir untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia, kata pengamat. Pemerintah sebaiknya mengoptimalkan penggunaan energi alternatif lainnya yang lebih aman dan ramah lingkungan seperti gas, tenaga surya, dan panas bumi.

———-

Nurseffi Dwi Wahyuni

JAKARTA (IFT) – Pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir menjadi pilihan terakhir untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia, kata pengamat. Pemerintah sebaiknya mengoptimalkan penggunaan energi alternatif lainnya yang lebih aman dan ramah lingkungan seperti gas, tenaga surya, dan panas bumi.

Fabby Tumiwa, pengamat kelistrikan dari Institute for Essential Services Reform, mengatakan meski teknologi yang digunakan untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir sudah canggih, hingga kini tidak ada teknologi tersebut yang benar-benar aman, mulai dari pengoperasian hingga pengelolaan limbah.

Sisa bahan bakar radioaktif tinggi memerlukan pendinginan yang berkelanjutan. Apabila ini gagal dijalankan akan terjadi bencana pelepasan radiasi. Reaktor juga sangat rentan akan tindakan sabotase, termasuk serangan teroris.

Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam pengembangan energi nuklir adalah sumber daya manusia, kedisiplinan, dan kompetensi. Selain itu, masalah kemauan untuk menerapkan regulasi aturan yang ditetapkan agar risikonya bisa ditekan mesti diperhatikan.

Aspek ekonomi pengembangan energi nuklir juga harus disiapkan serius. Menurut Fabby, investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir cukup mahal. Untuk membangun satu pembangkit dengan kapasitas 1.000 megawatt dibutuhkan investasi sekitar US$ 4,5-US$ 7 miliar.

Dengan dana sebesar itu, investor bisa membangun tiga hingga empat pembangkit listrik tenaga uap dengan kapasitas 1.000 megawatt. “Indonesia juga belum menguasai teknologi nuklir, sehingga kita akan bergantung pada negara lain,” ujar Fabby di Jakarta, Senin.

Hasrul Laksamana Azahari, Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan pemerintah belum dapat memastikan pengembangan pembangkit listrik di Tanah Air kendati persiapan ke arah itu harus dilakukan. Bentuk persiapan itu antara lain melakukan studi dan sosialisasi kepada masyarakat, dan penyiapan regulasi yang melibatkan Kementerian Energi, Badan Tenaga Nuklir Nasional, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Hasrul menyatakan daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan pembangkit nuklir antara lain di Semenanjung Muria di Jawa Tengah, di Bangka Belitung, dan Kalimantan Timur.

Wilda Asmarini

Artikel Terkait
Nov, 29 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta – Tiga hari menjelang Konferensi Para Pihak PBB untuk Perubahan Iklim Ke-16 atau “The Sixteenth Conference of Party” di Cancun, Meksiko, koalisi

Oct, 30 2015

Lebih dari 20 juta orang dianggap tak berhak dapat subsidi. VIVA.co.id – Pemerintah memutuskan mulai 1 Januari 2016, hanya orang miskin yang boleh menikmati subsidi

Oct, 17 2012

JAKARTA (IFT) – First Solar Inc,  perusahaan  yang tercatat di Bursa Amerika Serikat dan PT Pembangkitan Jawa Bali Services (PJB Services), anak usaha PT Pembangkitan Jawa

Mar, 29 2011

By Jenny Jusuf • Mar 7th, 2011 • Category: Indonesia carbon-calculator Penghitungan jejak karbon yang dilakukan Institute for Essential Services Reform (IESR) mengungkapkan bahwa penggunaan

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+