Pembangunan penyimpanan gas alam cair dipercepat

Sep, 27 2010

Penulis :

Bisnis Indonesia Online, Jumat, 24/09/2010 20:36:57 WIB
Oleh: Nurbaiti

JAKARTA: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengupayakan percepatan pembangunan floating storage and regasification terminal (FSRT) gas alam cair (liquified natural gas/LNG) di Jawa bagian barat guna memasok gas 240 juta kaki kubik (MMscfd) ke pembangkit PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mulai 2011.

Hal itu terkait dengan target penurunan biaya pokok penyediaan (BPP) dan efisiensi kelistrikan PLN sehingga tercapai penghematan Rp8,1 triliun pada tahun depan bisa tercapai.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengungkapkan kementeriannya telah menargetkan produksi gas dari FSRT Jawa bagian barat bisa disalurkan ke pembangkit PLN mulai Oktober 2011.

“Memang penandatanganan HoA [Head of Agreement/komitmen pasokan LNG] FSRT itu kami targetkan akhir September ini [2010] sehingga pembangunannya selesai September 2011 dan gasnya bisa kita salurkan [ke PLN] Oktober 2011,” tutur dia, hari ini.

Menurut dia, HoA yang akan ditandatangani pada akhir bulan ini akan menetapkan supplai dan demand gas dari FSRT tersebut. Dia mengatakan sebanyak 240 MMscfd gas nantinya akan dipasok ke pembangkit PLN.

Evita mengatakan PT Nusantara Regas sebagai perusahaan patungan PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yang akan membangun FSRT di Jawa bagian barat itu akan mendapatkan pasokan gas alam cair dari kilang Bontang, Kalimantan Timur.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI pada 23 September, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengungkapkan kementeriannya akan mengupayakan penurunan BPP listrik PLN, terutama dalam hal penyediaan energi primer pembangkit.

“Pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM mulai waktu ke depan itu akan lebih mempertegas garis besar arah dari alokasi gas nasional untuk PLN. InsyaAllah kita akan merumuskan berapa produksi gas nasional dan berapa gas untuk PLN dan kedua untuk pupuk,” tutur Darwin.

Terkait dengan upaya penurunan BPP listrik PLN untuk mencapai penghematan hingga Rp8,1 triliun sehingga tidak ada kenaikan TDL 2011, pengamat ketenagalistrikan Fabby Tumiwa pesimistis penghematan tersebut bisa tercapai.

Pasalnya, kata dia, pembangunan LNG Receiving Terminal yang ditargetkan bisa selesai pada 2011 belum tentu bisa tercapai sesuai rencana. (gak)

Source: web.bisnis.com.

Artikel Terkait
Jul, 30 2016

Ditunjuk sebagai menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan Arcandra Tahar. Malang melintang di sektor minyak dan gas (migas)

May, 6 2010

Kamis, 06/05/2010 18:10 WIB Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance Jakarta – Kehadiran Perpres Nomor 26 Tahun 2010 tentang Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah yang

Jul, 5 2018

Jakarta-Sindonews.comĀ – Institute for Essential Service Reform (IESR)menyambut baik peresmian kebun angin pertama di Indonesia, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap 75 MW dan PLTB

Sep, 23 2015

JAKARTA, Kabarsebelas.com – Institute for Essential Service Reform (IESR) menggelar diskusi yang mengedepankan sektor migas sebagai penompang anggaran negara, Namun, Indonesia telah dikenal sebagai negara

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close