PLN Rugi Rp1 Miliar karena Komponen Gardu Duri Kosambi Rusak

Jun, 26 2010

Penulis :

Penulis : Jajang

JAKARTA–MI: Kerusakan enam capasitor voltage transformer (CVT) dan lighting arraster di gardu induk (GI) Duri Kosambi, Jakarta Barat, yang ditengarai menjadi penyebab pemadaman listrik di wilayah Jakarta dan Tangerang Kamis (24/6) lalu tidak hanya meresahkan pelanggan. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengaku merugi akibat rusaknya komponen infrastruktur distribusi ini.

“Kerugian mencapai Rp1 miliar karena kerusakan peralatan enam CVT dan lighting arrester itu,” ungkap Manajer Regional Jakarta Banten Jono Haryadi di Jakarta, Jumat (25/6). Dia pun menampik pemadaman listrik, Kamis (24/6), karena kurangnya pasokan listrik dari pembangkit.

Menurutnya, hal itu memang karena adanya gangguan pada peralatan tersebut, sehingga membutuhkan waktu untuk memperbaikinya. “Kalau pemadaman listrik bergilir kan biasanya karena kekurangan pasokan listrik dari pembangkit. Tapi yang terjadi kemarin itu kan memang karena ada kerusakan peralatan sehingga butuh waktu memperbaikinya,” tukasnya.

Dia pun menegaskan pasokan listrik di PLTU Muara Karang saat ini sudah kembali normal dengan daya mencapai 750 Mw. Sementara Kamis petang, meski kondisi sudah pulih, pasokan masih sekira 500 Mw.

Seperti diketahui, pada Kamis (24/6) lalu, sekitar pukul 04.20 WIB, telah terjadi gangguan pada trafo ukur tegangan (CVT) di gardu induk Duri Kosambi. Rusaknya peralatan tersebut mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya yang baru kembali normal pada hari yang sama pukul 18.00 WIB petang.

Adapun GI Kosambi merupakan salah satu GI yang menyalurkan listrik dari PLTU/PLTGU Muara Karang untuk kebutuhan listrik di Jakarta. Akibatnya, pasokan listrik dari PLTU Muara Karang mengalami gangguan.

Menurut pengamat kelistrikan, Fabby Tumiwa, dengan kondisi peralatan yang sudah tua ini akan menjadi penghambat realisasi janji Direktur Utama PLN Dahlan Iskan yang menjamin hampir seluruh wilayah Indonesia bebas biarpet pada 1 Juli mendatang. “Solusi menambah pembangkit diesel bukanlah sesuatu yang realistis karena masalah kekurangan pasokan bukan satu-satunya persoalan. Masalah infrastruktur lainnya seperti gardu, trafo, dan saluran distribusi juga memiliki masalah karena faktor umur,” ujar Fabby melalui layanan pesan singkat.

Menurutnya, sejak 2006 PLN mengalami kendala investasi karena hanya mengandalkan dana subsidi dan alokasi anggaran dari pemerintah. “Kalau tidak segera diperbaharui berbagai peralatan tua tersebut dan tidak ada investasi tambahan janji tidak ada pemadaman lagi menjadi kurang realistis untuk situasi seperti ini,” pungkas Fabby. (Jaz/OL-5)

http://www.mediaindonesia.com.

Artikel Terkait
Sep, 29 2010

Selasa, 28 September 2010 | 18:10 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Ecospec Global Technology, sebuah perusahaaan riset dan teknologi berbasis di Singapura berhasil mengembangkan suatu terobosan

Nov, 9 2015

PLN membutuhkan anggaran hingga Rp 130 triliun per tahun. JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan menunda penyertaan modal negara (PMN) terhadap 23 BUMN, termasuk

May, 6 2010

Submitted by rinda on Thu, 06/05/2010 – 20:54 SatuDunia, Bank Dunia selama ini telah memerankan peran yang sangat penting dalam sektor energi secara global. Sebagai

Sep, 11 2015

REPUBLIKA.CO.ID,‎ JAKARTA — Kasus penembakan yang dilakukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) merupakan bentuk teror bagi penyelenggara negara. Untuk itu, aparat

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+