Republika OnLine Breaking News Ekonomi Listrik Gratis Butuh Pengkajian Mendalam

Jun, 13 2010

Penulis :

Ahad, 13 Juni 2010, 16:59 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Wacana pemberian listrik gratis bagi pelanggan 450 VA yang dianggap masyarakat miskin harus dikaji secara hati-hati. Pengamat kelistrikan, Fabby Tumiwa menyatakan pada dasarnya ide kebijakan memberi listrik gratis ada di negara lain.

”Contohnya di Afrika Selatan, tapi tidak seluruh listriknya digratiskan, hanya sekitar 30 kWh pertama yang digratiskan,” kata Fabby saat dihubungi Republika, Ahad (13/6).

Fabby yang juga menjabat Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, mengingatkan, wacana ini harus betul-betul dikaji secara mendalam. Pasalnya, lanjut dia, pelanggan 450 VA tidak bisa bisa dikategorikan masyarakat miskin. ”Kalau dikategorikan penghasilan rendah mungkin ya, tapi di luar itu masih banyak lagi orang miskin yang enggak punya listrik,” kata dia.

Menurut dia, sebetulnya permasalahan listrik pada orang miskin bukan pada konsumsinya. Karena konsumsi listrik masyarakat miskin relatif kecil sehingga bayaran bulanannya pun tidak terlalu menjadi masalah.

”Masalah yang utamanya adalah banyak orang miskin yang engak bisa nyambung listrik karena biaya sambungannya mahal bia mencapai Rp1,5 juta sampai dengan Rp2 juta. Jadi ada sekitar 100 juta warga miskin yang belum mendapatan listrik,” kata dia.

Sehingga, lanjut dia gaya populis ini harus dikaji dengan hati-hati. ”Bukan memberi listrik kepada mereka yang sudah punya listrik,” kata Fabby.

Fabby mengakui memang ide yang menarik bahwasannya listrik gratis diberikan kepada warga miskin. Tapi harus diberikan batasan. Sebagai contoh hanya 30 kWh per bulan yang digratiskan. ”Tapi pemakaian di atas itu dikenakan sesuai keekonomian melalui tarif paling efisien yang ditetapkan pemerintah,”kata dia.

Fabby kembali mengingatkan, bahwa pelanggan 450 VA tersebt belum tentu orang miskn. ”Dulu kebanyakan orang yang menyambung listrik adalah yang 450 VA dan 900 VA,” terang dia.

Menurutnya, pemerintah lebih tepat lagi memberi subsidi kepada warga miskin yang enggak punya listrik dengan memberikan biaya ringan pemasangan listri. ”Itu kalau pemerintah dan DPR benar-benar mau berpihak pada rakyat miskin,” tandas dia.

Red: taufik rachman

Rep: cepi setiadi

http://www.republika.co.id.

Artikel Terkait
Jan, 28 2016

JAKARTA. Meski masih banyak janji dalam paket ekonomi I hingga VIII yang belum terealisir, pemerintah kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi ke IX. Salah satu poin

Jul, 21 2011

JAKARTA – Rencana Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk melakukan moratorium pembangunan mal, disebut dapat mengurangi konsumsi listrik mencapai 10-15 persen. “Moratorium pembangunan mal yang diwacanakan

Dec, 6 2011

JAKARTA (IFT) РRata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sepanjang tahun depan diproyeksikan akan melebihi asumsi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Apr, 17 2013

BISNIS.COM, JAKARTA– Pemerintah diminta segera memberikan fasilitas fiskal kepada perusahaan yang berniat membangun kilang pengolahan, karena pembangunannya memerlukan investasi yang tinggi dengan keuntungan yang sedikit.

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+