Stop Subsidi Orang Kaya

Mar, 24 2010

Penulis :

karta | Wednesday, 24/03/2010 18:53 WIB | Oleh: Beny Mudesta Putra

Di tengah memburuknya pelayanan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), ada rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik pada Juli mendatang.

Rencana ini tentu saja mendapat ‘serangan’ dari berbagai pihak, karena belum memuaskannya kinerja PLN. Salah satunya datang dari pengamat kelistrikan dari Institute for Essential Service Fabby Tumiwa.

Menurut Fabby, kenaikan TDL hanya pernyelesaian secara parsial, tapi tidak akan mampu menuntaskan masalah listrik keseluruhan. Namun, menurutnya, kenaikan tersebut bisa dimaklumi guna menutupi biaya yang dikeluarkan PLN untuk memasok listrik.

Jika memang kenaikan itu diperlukan, haruskan semua pelanggan yang taraf perekonomian dan pemakaian listriknya berbeda mendapat perlakuan sama? Berikut wawancara NonBlok.Com dengan Fabby Tumiwa.

TDL direncanakan naik 15% Juli mendatang, apakah itu bisa menyelesaikan masalah kelistrikan?

Menurut saya, masalah kelistrikan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Perlu ada reformasi dalam subsidi. Saya melihat UU Ketenagalistrikan yang disahkan DPR September tahun lalu masih banyak kekurangan yang sangat fundamental. Perlu ada pengaturan masalah subsidi dan terjaminnya pasokan listrik. Kenaikan tarif ini tentu harus memberikan jaminan pasokan, terutama bagi pengusaha yang semuanya tergantung pada energi listrik.

Apakah PLN sudah mampu menyediakan listrik bagi seluruh rakyat Indonesia?

Masih banyak masyarakat yang belum bisa menikmati listrik, meskipun sudah berganti generasi. Besaran subsidi yang selalu dikucurkan tiap tahun belum mampu mendistribusikan listrik ke seluruh Indonesia. Menurut saya dalam menyelesaikan masalah kelistrikan di Tanah Air ini bisa dilakukan dengan menaikkan subsidi tanpa menaikkan TDL atau menurunkan biaya produksi dengan subsidi energi untuk PLN.

Apakah dana bantuan pemerintah kepada PLN sudah dianggap cukup?

PLN memang menerima bantuan dana dari pemerintah. Sayangnya, dana tersebut tidak cukup untuk memenuhi biaya operasional dan investasi PLN. Akhirnya jalan pintas yang diambil dengan kenaikan TDL.

Jadi TDL tetap harus dinaikkan?

Ini memang kebijakan yang berat, tapi tetap harus dilakukan pemerintah agar menutupi biaya produksi listrik dan mengurangi subsidi listrik bagi konsumen kaya.

Pengurangan subsidi bagi konsumen kaya, maksudnya?

Subsidi listrik sekarang ini justru banyak diterima oleh orang kaya, yakni konsumen listrik R2 dan R3 yang rata-rata pemakaian listriknya 15-25 kali lipat dibandingkan rata-rata pemakaian R1 dengan daya yang dipakai sekira 450 watt.

Saya setuju kenaikan listrik, bahkan seharusnya di atas 15 %. Karena kenaikan 15 % itu masih rata-rata, saya meminta agar orang kaya sebaiknya tidak lagi diberi subsidi listrik, tapi dikenai tarif keekonomian. R2 dan R3 bayar Rp 1.000 atau Rp 1.200 per kwh tergantung tarif keekonomian.

Kenaikan TDL ini apakah mampu menutupi biaya produksi listrik?

Saat ini konsumen R1 450 watt membayar listrik Rp 400 per kwh. Sementara biaya produksi listrik mencapai Rp1.300 per kwh. Kalaupun dinaikkan, menurut saya juga belum tentu akan menutupi biaya produksi listrik.

http://www.nonblok.com.

Artikel Terkait
Nov, 26 2012

Transparansi struktur biaya TTL PLN dipertanyakan. JAKARTA, Jaringnews.com – Rencana Pemerintah menaikkan Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 15% pada tahun 2013 secara bertahap untuk golongan pelanggan

Nov, 1 2017

Membandingkan sumber energi antara batubara dengan energi baru terbarukan perlu disikapi dengan bijak. Apalagi, tren penggunaan batubara di beberapa negara saat ini mulai ditinggalkan. Bahkan

Feb, 22 2008

kapanlagi.com – Sosialisasi tentang pemadaman listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dirasakan sebagian warga kurang jelas dan tidak dijabarkan secara terperinci sehingga terdapat

Feb, 1 2017

Petugas Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) melayani pelaku usaha terkait layanan cepat perijinan 3 jam di kantor BKPM Jakarta, Senin (30/1). Kementerian ESDM berkerjasama dengan

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close