Tarif Listrik Pra Bayar berubah-ubah

Jun, 15 2010

Penulis :

iap 3 Bulan, Naik Per 1 Juni

JAKARTA – SURYA- DPR dan pemerintah belum memutuskan skenario tarif dasar listrik (TDL). Namun, PT PLN (Persero) sudah menaikkan harga jual listrik terhadap pelanggan pengguna meteran prabayar berkisar Rp 1 – Rp 15 per kWh mulai 1 Juni.

Bahkan, kenaikan tarif listrik prabayar itu selanjutnya akan dilakukan tiap tiga bulan sekali. Demikian disampaikan General Manager PLN Disjaya dan Tangerang Purnomo Willy, Senin (14/6).

“Memang ada kenaikan pada 1 Juni lalu. Ini sudah sesuai ketentuan surat dari Direksi pada tahun lalu,” ujarnya.

Purnomo mengatakan, perhitungan kenaikan tarif listrik prabayar berdasarkan perhitungan tarif rata-rata listrik di Jawa-Bali. Jika dalam tiga bulan terjadi kenaikan tarif di Jawa-Bali, maka PLN akan menaikkan tarif listrik prabayar di seluruh Indonesia.

“Namun, jika perhitungannya turun maka tarif listrik prabayarnya juga turun. Jadi perhitungannya, total pembayaran listrik pelanggan di Jawa-Bali dibagi jumlah listrik yang dijual. Di situ bisa terlihat apa terjadi kenaikan atau tidak,” jelasnya.

PLN menerbitkan harga jual listrik prabayar yang baru. Sesuai surat kepada GM Wilayah/Distribusi No 03954/532/DIVIAGA/2001 perihal implementasi listrik prabayar yang ditandatangani pada 31 Mei 2010, jelas-jelas menetapkan acuan harga jual listrik prabayar mulai 1 Juni.

Misalnya, harga jual listrik pelanggan (R1) daya 900 Watt ditetapkan Rp 605 per kWh atau naik Rp 2 per kWh dibanding sebelumnya Rp 603 per kWh. Kemudian, pelanggan daya 1300 Watt Rp 668 per kWh atau naik Rp 1 per kWh dari Rp 667 per kWh.

Saat ini, pelanggan listrik prabayar mencapai 1 juta di seluruh Indonesia. Target 2011, sebesar 5 juta pelanggan.

Pengamat listrik Fabby Tumiwa mengungkapkan rasa terkejutnya seputar kenaikan harga jual listrik pelanggan pengguna prabayar. “PLN tidak bisa seenaknya menaikkan harga jual listrik,” jelasnya.

Menurutnya, ini aneh, ketika Dirut PLN baru saja bicara akan menggratiskan listrik orang miskin, justru PLN sudah naik tarif.

Sementara, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, kenaikan tarif listrik prabayar tanpa adanya sosialisasi jelas menyalahi UUPerlindungan Konsumen.

“TDL belum disetujui naik, tapi pemerintah buat regulasi sendiri. Jangan-jangan ini produk akal-akalan untuk memuluskan kenaikan,” kata dia.

Seharusnya, tidak ada pembedaan mekanisme pembayaran listrik prabayar maupun pascabayar. “Penentuan tarif harusnya satu paket. Apalagi kesannya diam-diam. Ini melanggar hak konsumen,” tegasnya.

Langkah arif pemerintah yakni membatalkan kenaikan tarif listrik prabayar dan kembali ke mekanisme lama, sebelum ada persetujuan sah DPR.npk/oz/ame

http://www.surya.co.id.

Artikel Terkait
Sep, 14 2015

JawaPos.com- Dukungan Presiden Joko Widodo kepada mega proyek pembangkit listrik 35 ribu mega watt (MW) menjadi angin segar bagi investor listrik. Dengan sendirinya, tak ada

Nov, 16 2018

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), pemerintah menargetkan pada 2025 porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional

Aug, 1 2018

Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Eksekutif Institute for Esesential Reform (IESR) Fabby Tumiwa berpendapat, jika pembangunan dan investasi energi baru dan terbarukan (EBT) tidak berjalan lancar, dapat

May, 26 2017

Pemerintah tengah mempertimbangkan sebuah  skema yang bisa dimanfaatkan oleh para pengguna dan pengembang energi bersih untuk mendapatkan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah dari bunga

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close