Tarif Listrik Prabayar Naik

Jun, 13 2010

Penulis :

JAKARTA (Pos Kota) – DPR dan pemerintah belum memutuskan skenario tarif dasar listrik (TDL). Namun PLN sudah ‘mencuri start’ dengan menaikkan harga jual listrik terhadap pelanggan pengguna meteran prabayar berkisar Rp1 hingga Rp 10/kWh. Karuan saja sejumlah pihak protes.

“Lho, katanya kenaikan TDL baru dimulai Juli mendatang. Kok PLN menaikkan harga jual listrik pada Juni,” ungkap Nick, warga Cipinang Muara, Jaktim, kepada Pos Kota, Minggu (13/6).

Seharusnya, PLN jauh-jauh hari memberitahu ke pelanggan terutama yang menggunakan meteran prabayar, sebelum menaikkan harga jual listrik. “Saya sangat kecewa. Saat pasang listrik baru, saya disuruh pakai meteran prabayar. Eh belum lama pakai, harga jualnya dinaikkan,” ucapnya.

Pengamat listrik Fabby Tumiwa juga terkejut seputar kenaikan harga jual listrik untuk pelanggan pengguna prabayar. “PLN tidak bisa seenaknya menaikkan harga jual listrik begitu saja,” jelasnya. Ini aneh, ketika dirut PLN baru saja bicara akan menggratiskan listrik untuk orang miskin justru lebih dulu sudah menaikkan tarif diam-diam.”

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, pernah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan PLN menempuh berbagai cara dan cenderung akal-akalan agar TDL bisa naik dengan mulus. Misalnya saja penggunaan meteran prabayar. “Bisa saja produk baru yang ditawarkan kepada masyarakat ini dijadikan alat untuk menaikkan tarif listrik,” katanya.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menyangkal ketika dikonfirmasi Pos Kota, seputar kenaikan harga jual listrik untuk pelanggan pengguna meteran prabayar. “Harga jual listrik tidak naik kok,” kilahnya.

Padahal sesuai suratnya yang ditujukan kepada General Manajer (GM) Wilayah/Distribusi No. 03954/532/DIVIAGA/2001 perihal implementasi listrik prabayar yang ditandatanganinya pada 31 Mei 2010 jelas-jelas menetapkan acuan harga jual listrik prabayar mulai 1 Juni.

Misalnya harga jual listrik pelanggan (R1) daya 900 Watt ditetapkan Rp605/kWh atau naik Rp2 per kWh dibanding sebelumnya yang hanya Rp603/kWh. Kemudian pelanggan dengan daya 1300 Watt Rp668/kWh atau naik Rp1 per kWh dibanding sebelumnya yang hanya Rp667/kWh.

Bahkan General Manajer PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya) Purnomo Willy mengakui adanya kenaikan harga jual listrik untuk pelanggan pengguna meteran prabayar. “Memang ada kenaikan pada 1 Juni lalu,” katanya. (setiawan/B)

http://www.poskota.co.id.

Artikel Terkait
Jan, 16 2018

Penyederhanaan golongan pelanggan listrik memberikan kesempatan masyarakat meningkatkan daya listrik tanpa dikenakan biaya. JAKARTA-DUNIA ENERGI. Kebijakan penyederhanaan golongan tarif listrik berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat.

Sep, 22 2016

JAKARTA. Institute for Essential Services Reform (IESR) menyesalkan keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menolak usulan pemberian subsidi energi terbarukan untuk dianggarakan pada APBN 2017

Aug, 6 2016

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memotong anggaran belanjanya sebesar Rp 900 miliar dikhawatirkan akan menganggu iklim investasi, khususnya

Aug, 15 2016

Jakarta – Simpang siur isu tentang kewarganegaraan ganda Menteri ESDM Arcandra Tahar dinilai bisa berpengaruh pada agenda reformasi sektor energi dan mineral. Arcandra dan pemerintah

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close