TDL Naik 10 Persen Juli

Apr, 27 2010

Penulis :

Rabu, 28 April 2010

OLEH: MILA NOVITA

Jakarta – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dinilai menyia-nyiakan momentum menaikkan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun ini.

Keputusan tersebut tentu saja akan membuat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjadi semakin berat. “Dampak dari penyesuaian TDL tidak terlalu banyak,” ujar pengamat kelistrikan Fabby Tumiwa kepada SH, Selasa (27/4).

Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta jajarannya, Komisi VII menyetujui usulan pemerintah yang akan menaikkan TDL sebesar 10 persen pada Juli mendatang. Badan Anggaran DPR RI juga dikabarkan telah menyepakati kenaikan TDL sebesar 10 persen itu. Padahal sebelumnya, yang diusulkan naik rata-rata 15 persen.

Fabby menambahkan, biaya pokok produksi (BPP) listrik PLN saat ini masih sangat tergantung pada harga minyak karena sebagian besar pembangkitnya masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Apalagi program pe­me­rintah seperti dalam In­struksi Presiden (Inpres) No 1 tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pem­bangunan Nasional 2010 meng­­­­­haruskan PLN menyediakan pembangkit listrik skala kecil di wilayah barat dan timur Indonesia, mengingat sistem kelistrikan Jawa-Bali telah aman.

Subsidi listrik yang ada saat ini, tambah Fabby tidak tepat sasaran karena dinikmati pula oleh pelanggan rumah tangga golongan menengah ke atas. Ia mengatakan ini lebih kepada keputusan politik yang hanya menambah beban utang APBN. “Anggaran subsidi itu se­harusnya bisa digunakan un­tuk program pembangunan infra­­struktur seperti listrik pedesaan agar rasio elektrifikasi bisa naik dengan cepat,” Fabby menambahkan.

1.300 VA ke Atas

Anggota Komisi VII DPR RI Gito Ganundito mengatakan, kenaikan TDL itu kemungkinan akan diberlakukan bagi pelanggan listrik berdaya 1.300 volt ampere (VA) ke atas. Sementara itu, pelanggan 450 VA dan 900 VA tidak dikenakan kenaikan TDL. Usulan ke­naikan ini untuk menekan biaya subsidi penggunaan energi. “Kenaikan hanya berlaku bagi pelanggan berdaya mulai 1.300 VA ke atas dengan besaran kenaikan yang sama yakni sebesar 10 persen,” katanya.

Ia menambahkan, skema kenaikan tersebut baru merupakan simulasi yang dilakukan pada saat RDP untuk menutupi kekurangan subsidi listrik sebesar Rp4,8 triliun. Jika kenaikan TDL sebesar 15 per­sen, subsidi bisa dihemat sebesar Rp 7,29 triliun. Namun, DPR seutuju menambah subsidi sebesar Rp 2,4 triliun sehingga total subsidi listrik tahun ini menjadi 56,15 triliun, naik dari usulan pe­merintah Rp 53,7 triliun.

Sementara itu menurut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Harry Azhar Azis, teknis kenaikan 10 persen diputuskan Komisi VII.

Banggar hanya me­nye­diakan anggaran tambahan Rp 2,4 triliun. Tambahan ang­garan itu diartikan pemerintah bah­wa bangggar menyetujui kenaikan TDL 10 Persen.

“Dengan demikian total subsidi listrik jadinya Rp 55,1 triliun bukan Rp 56,1 triliun karena ada pemotongan subsidi Rp 1 triliun dari pelanggan 6.600 VA yang tadinya dikenaikan tarif baru setelah pemakaian rata-rata di atas 80 persen. Sekarang di atas 50 persen sudah dikenai tarif baru,” paparnya. (ant)

Artikel Terkait
Feb, 27 2017

JAKARTA– Tarif listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No 12/2017 tentang Pemanfaatan

Jun, 14 2010

JAKARTA. Urusan setrum menjadi monopoli PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) seorang diri tidak selamanya jelek. Sebab, menghapus monopoli kelistrikan justru akan membuat tarif listrik mahalnya

Apr, 16 2013

INILAH.COM, Jakarta – Klaim perusahaan Australia PT Intrepid Mines Limited atas 80% kepemilikan PT IMN (melalui klaim 80% economic interest) untuk mengelola tambang emas Tumpang

Dec, 1 2015

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa meminta agar kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto tidak dialihkan

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+