Terbesar Sedot Subsidi, Tarif Pelanggan 450-900 VA Dinaikkan Saja

Sep, 29 2010

Penulis :

Rabu, 29/09/2010 15:20 WIB, Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance

Jakarta – Pemerintah disarankan untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) bagi pelanggan rumah tangga golongan 450-900 volt ampere (VA). Pelanggan golongan ini dinilai paling banyak disubsidi dan belum tentu masuk dalam masyarakat miskin.

“Yang paling banyak terima subsidi adalah pelanggan R1 450-900 VA. Menurut saya, naikin tarif listrik mereka. Lagipula kalau subsidi turun, kan mereka yang terima juga turun,” ujar Direktur Eksekutif Institute for Essential Services (IESR), Fabby Tumiwa dalam acara diskusi publik soal kemiskinan energi di Newseum Cafe, Jakarta, Selasa (29/9/2010).

Selain menerima subsidi listrik terbesar, pelanggan 450-900 VA menurut Fabby juga belum tentu masuk dalam golongan masyarakat kurang mampu.

“Komisi VII DPR bilang mereka masuk kategori masyarakat miskin. Tapi apa benar mereka masuk dalam kategori miskin versi badan pusat statistik (BPS) adalah mereka yang berpendapatan Rp 218 ribu per bulan,” jelasnya.

Fabby menyatakan, saat ini rata-rata konsumsi rumah tangga golongan pelanggan 450-900 VA di pulau Jawa sekitar 100-120 kilowatt hour per bulan. Dengan mengkonsumsi 120 Kwh itu, mereka setidaknya bisa menyalakan televisi, kulkas, rice cooker, dan kipas angin dan rata-rata tagihan rekening yang harus mereka bayarkan setidaknya sebesar Rp 60.000-70.000.

Pelanggan golongan ini memang sekarang baru membayar 40 persen dari biaya pokok penyediaan (bpp) listrik yang dikeluarkan PLN karena tarif listrik untuk pelanggan ini tidak pernah dinaikkan.

“Sehingga kalau naik misalnya 15 persen maka mereka hanya menambah bayaran rekening listrik sebesar Rp 9000-10.500 per bulan.Itu tidak terlalu berdampak,” katanya.

Fabby menjelaskan, kenaikan TDL memang sebaiknya dikenakan kepada pelanggan rumah tangga, bukan industri dan bisnis. Sebab, jika kenaikan TDL diberlakukan pada pelanggan rumah tangga maka dampak ekonominya lebih rendah.

“Pelanggan industri dan bisnis kalau tarifnya dinaikkan, maka kenaikan biaya produksi, akan mereka kompensasikan ke barang dan jasa yang mereka jual ke masyarakat dan ini akan mempengaruhi tingkat daya beli dan inflasi,” paparnya.

Jika pemerintah dan DPR memutuskan untuk tidak menaikkan TDL maka keduanya harus menambah subsidi listrik dalam rancangan anggaran pendapatan dan anggaran negara (RAPBN) 2011.

“Jangan korbankan PLN-nya. Saya yakin penghematan Rp 8,1 triliun itu tidak bisa dicapai. Kalau ini terjadi maka dampaknya luas. Tidak hanya terhadap PLN tapi juga masyarakat, misalnya pemadaman. Itukan cost economy juga luas,” ungkapnya.

Namun di satu sisi, Fabby juga meminta agar BPP yang dikeluarkan PLN benar-benar efisien. “Supaya pelanggan tidak bayar tarif yang tidak efisien,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Fabby juga menyarankan kepada pemerintah agar mengubah skema pemberian subsidi listrik kepada masyarakat tidak mampu.

“Skema subsidi diubah, misalnya dengan memberikan subsidi untuk pemakaian listrik 50 Kwh per bulan bagi pelanggan rumah tangga golongan 450-900 VA, sementara jika pelanggan golongan itu memakai di atas itu, misalnya 120 kwh, maka ia harus membayar 70 Kwh dengan harga keekonomian,” ungkapnya.

Selain bisa menghemat subsidi, Fabby menilai perubahan skema subsidi listrik ini juga akan membuat masyarakat lebih hemat dalam memakai listrik.

“Dengan begitu, orang akan berpikir untuk hemat listrik,”jelasnya.
(epi/qom)

Sumber: http://finance.detik.com.

Artikel Terkait
Jul, 7 2017

Jakarta, ANTARA News – Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) Indonesia tertinggal oleh negara-negara G20 yang tengah melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon dalam upaya mencapai

Sep, 14 2015

JawaPos.com – Target Presiden Joko Widodo mewujudkan pembangkit listrik 35 ribu mega watt (MW) dinilai sulit. Menurut Direktur Eksekutif Institute for Essential Reform (IESR) Fabby

Nov, 26 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –Pengamat energi Fabby Tumiwa menghimbau kepada pemerintah untuk membuat kebijakan pembatasan eksport batubara. Pasalnya menurut Fabby Tumiwa pasokan batubara diperuntukan pembangkit listrik daripada

Mar, 30 2016

Jakarta, CNN Indonesia — PT PLN (Persero) telah menyelesaikan rancangan mengenai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode 2016-2025. Dalam rancangannya, manajemen PLN mengusulkan agar

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+