Mengevaluasi Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Pada 20 Oktober 2016, duet Jokowi-JK genap dua tahun lamanya dalam memimpin Republik Indonesia. Koalisi Masyarakat Sipil PWYP Indonesia menyoroti kinerja dari dua tahun pertama masa pemerintahan Jokowi-JK, khususnya dalam sektor energi dan sumberdaya...

Menuai Pundi untuk Pembangunan Selaras Perubahan Iklim melalui Green Climate Fund (GCF)

Menyaksikan 197 negara di dunia sepakat untuk mengimplementasikan kesepakatan bersama di Paris pada COP 21 yang lalu, menjadi marka penting bagi perjalanan negosiasi perubahan iklim global. Menyaksikan momen-momen di mana Kesepakatan Paris resmi berkekuatan...

Menyerap Aspirasi Masyarakat Setempat dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) di Muara Laboh

Oleh : Yesi Maryam Listrik memang telah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Namun siapkah masyarakat jika sebuah pembangkit listrik dibangun di desa mereka. Apa saja keuntungan yang akan mereka dapatkan, dan bagaimana dengan dampak serta...

Indonesia dan Ratifikasi Paris Agreement: Di Manakah Kita?

Oleh : Henriette Imelda dan Fabby Tumiwa Paris Agreement atau Kesepakatan Paris yang diadopsidi Conference of Party (COP) 21, dinilai sebagai keberhasilan diplomasi perubahan iklim global. Paris Agreement merupakan angin segar bagi diplomasi multilateral perubahan iklim...

Program Energiewende di Jerman : Pembelajaran untuk Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Oleh : Erina Mursanti Sejak terjadinya musibah tsunami yang merusak pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima, Jepang, tahun 2011 lalu, muncul trend di negara-negara Eropa untuk meninggalkan energi nuklir dan bahan bakar fosil dan beralih...

Hasil Survei IESR : Publik Menginginkan Menteri ESDM yang Berintegritas, Bebas Konflik Kepentingan, Kompeten...

Sebanyak 1874 responden telah menyuarakan mengenai kriteria dan nama calon Menteri ESDM. Apa saja kriteria yang mereka anggap penting dan siapa tokoh-tokoh yang pantas menduduki jabatan strategis ini. Bagaimana pula tanggapan publik mengenai calon nama...

Energi dan Polusi Udara

“Polusi udara adalah sumber resiko kesehatan terbesar keempat di dunia. Di seluruh dunia, sebanyak 3,5 juta kasus kematian dini (premature deaths) terjadi akibat kemiskinan energi dalam hal penggunaan biomassa tradisional untuk memasak, dan minyak...

Indonesia dalam Paris Agreement : Lebih dari Sekedar Kontribusi

Paris Agreement yang disepakati pada COP 21 di Paris yang lalu, telah memasuki masa penandatanganan bagi seluruh pihak yang tergabung dalam UNFCCC. Masa penandatangan ini adalah satu tahun, terhitung dari tanggal 22 April 2016....

Green Climate Fund : Perkembangan dan Peluang Bagi Indonesia

Jakarta, 21 Maret 2016 Oleh : Henriette Imelda Green Climate Fund telah menampung komitmen dana perubahan iklim dengan nilai USD 10,3 milyar. Dengan dana sebesar itu GCF telah mengukuhkan posisinya menjadi lembaga pendanaan perubahaan iklim terbesar di...

Paris Agreement dan Implikasinya terhadap [I]NDC Indonesia

Pada pertemuan terakhir COP 21 pada hari sabtu malam, 12 Desember 2015 di kompleks Le Bourget, Paris, setelah berunding selama dua minggu delegasi dari 196 negara akhirnya menyepakati Paris Agreement (Kesepakatan Paris)

Hari Pertama : Pertemuan ke-9 GCF Board 9 Digelar di Songdo, Korea Selatan

Pertemuan Dewan Green Climate Fund, pendanaan perubahan iklim yang dibentuk hasil kesepakatan dari para Pihak di COP 16 Cancun tahun 2010, yang ke-9, kembali digelar di Songdo, Korea Selatan.

Penutupan COP20

COP20 ditutup pada hari Minggu dini hari, setelah Presiden COP20, Manuel Pulgar-Vidal, Menteri Lingkungan Hidup Peru, mengeluarkan draf keputusan COP untuk Ad hoc Working Group on Durban Platform. Menteri Manuel mengerluarkan draf tersebut pada...