IESR : Kebijakan Dua Harga BBM Lebih Bersifat Politis

Apr, 16 2013

Penulis :

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai kebijakan pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menggunakan sistem dua harga lebih politis.

Karenanya, dia tegaskan, kebijakan itu sendiri bukanlah solusi efektif untuk mengatasi polemik yang disampaikan pemerintah selama ini.

“Menurut saya kebijakan tersebut lebih bersifat solusi politis dan tidak efektif karena membutuhkan pengawasan,” ujar Fabby kepada Tribunnews.com, Rabu (17/4/2013).

Apalagi, imbuhnya, rencana ini digulirkan pemerintah menjelang Pemilu 2014. Nuansa politik dibalik kebijakan ini terasa kental.

Kata dia lagi, dengan kebijakan dua harga BBM, pada dasarnya pemerintah menghindari risiko politik.
“Isu utamanya, subsdi BBM salah sasaran. Jadi ini yang perlu dikoreksi,” tandasnya.

Fabby lanjutkan, hanya ada di Indonesia kebijakan pengendalian BBM bersubsidi dengan menggunakan sistem dual price BBM.

“Opsi dual price BBM subsidi ini, saya yakin ini cuma ada di Indonesia,” tegasnya.

Karenanya, dengan kebijakan dua harga, pemerintah malah menyulitkan dirinya sendiri untuk menjaga citra politik masing-masing.

“Pemerintah menyulitkan diri sendiri utk menjaga citra politik masing-masing. Solusi yang lebih tepat adalah menaikkan harga BBM untuk mengendalikan subsidi,” tegas dia.

Sumber: Tribun News.

Artikel Terkait
Apr, 4 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle terus tertekan di zona merah bahkan berakhir anjlok lebih dari 3% pada perdagangan Rabu (3/4/2019). Berdasarkan data Bloomberg,

Jun, 25 2010

June 25, 2010 Ulma Haryanto It may not be a solution championed by environmentalists or health workers, but the impoverished fishing village of Kalibaru, Cilincing,

Nov, 9 2015

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penundaan pengucuran penyertaan modal negara (PMN) kepada 23 badan usaha milik negara (BUMN) dinilai akan menghambat program listrik 35 ribu megawatt (MW). Hal

Oct, 2 2013

NUSA DUA, KOMPAS.com – Pemerintah akan kembali menaikkan tarif tenaga listrik rata-rata 4,3 persen mulai Oktober 2013. Penyesuaian tarif listrik itu merupakan bagian dari kebijakan

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+