IESR : Kebijakan Menteri Rini Dipenuhi Ruang Gelap

Nov, 23 2016

Penulis :

inilah-kendala-proyek-listrik-35-ribu-mwInstitute for Essential Services Reform (IESR) mengkritik kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno yang tidak transparan dan acapkali melahirkan kegaduhan.

Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa mengatakan, kebijakan Menteri Rini, selama ini didesain sangat tertutup. Akibatnya, aspirasi stakeholder yang terlibat atas aturan tersebut tidak bisa tertuang.

Dia mencontohkan, rencana pembentukan holding BUMN merupakan salah satu kebijakan yang tidak dikaji secara komprehensif dan belum melibatkan stakeholder. Imbasnya, kebijakan itu menuai pro-kontra di lapangan.

Holdingisasi dinilai bukan menjadi instrumen untuk memperbaiki kinerja perusahaan pelat merah. Yang terjadi justru sebaliknya, induk holding akan terbebani jika perusahaan pelat merah yang masuk sudah bermasalah.”Jangan gabung yang sakit sama yang sehat. Yang sakit tutup, sehat ya poles. Jadi enggak benar itu merger atau holding,” ujar Fabby.

Dengan latar belakang sebagai pebisnis, Rini seharusnya bisa mendorong perusahaan pelat merah melalui sinergi. Di satu sisi, saat menerbitkan kebijakan Rini dinilai wajib mengkaji dan melibatkan stakeholder. “Dia orang bisnis, tapi rencananya banyak yang enggak make sense secara bisnis,” katanya. [ipe]

Sumber: inilah.com.

Artikel Terkait
Sep, 19 2012

Koran Jakarta, Rabu, 19 September 2012. Pemerintah menargetkan akan ada 2,9 juta rumah tangga di Indonesia teraliri listrik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencanangkan

Aug, 10 2010

JAKARTA – Indonesia sesungguhnya memiliki beragam jenis potensi sumber daya terbarukan. Sayangnya, berbagai potensi yang kita miliki belum dikembangkan secara optimal. Lalu, jenis energi terbarukan

Apr, 4 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle terus tertekan di zona merah bahkan berakhir anjlok lebih dari 3% pada perdagangan Rabu (3/4/2019). Berdasarkan data Bloomberg,

Mar, 10 2014

VIVAnews – Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR), Feby Tumiwa, Senin 10 Maret 2014, menyatakan bahwa proyek pembangunan transmisi listrik di Sumatera harus dimatangkan

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+