IESR Perkirakan Realisasi Mega Proyek sekitar 18-20 Ribu MW

Jul, 4 2017

Penulis :

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa memperkirakan, realisasi mega proyek 35 ribu MW sekitar 18 ribu-20 ribu MW. Namun, proses lelang dan pengadaan proyek tersebut harus selesai di tahun 2019, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Ya, memang tidak ideal kalau seluruh pembangkit selesai di tahun 2019, karena pertumbuhan beban tidak sebesar yang diperkirakan. Proyek 35 ribu MW bakal memakan waktu hingga 2023-2024, karena ada beberapa proyek yang kemungkinan tertunda karena faktor finansial. Selain itu, faktor pengadaan lahan masih menjadi masalah tersendiri dalam penyelesaian proyek,” kata Fabby kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (2/7).

Semula, proyek 35 ribu MW dicanangkan berdasarkan perkiraan pertumbuhan ekonomi mencapai 7% per tahun. Sedangkan faktanya, realisasi pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 5% per tahun. Dengan kondisi tersebut, maka pertumbuhan konsumsi listrik diperkirakan 7-8% per tahun atau dibutuhkan tambahan listrik sekitar 5.000 MW per tahun.

Fabby menjelaskan, berkurangnya permintaan listrik dalam jangka menengah membuat PLN maupun pengembang listrik swasta (IPP) berhitung ulang. Itulah sebabnya, perkembangan proyek 35 ribu MW ini cukup dinamis.

Dalam menggarap proyek 35 ribu MW ini, PLN mendapat porsi sekitar 10 ribu MW. Sedangkan 25 ribu MW sisanya digarap oleh IPP.

“PLN bukan hanya membangun pembangkit listrik sebanyak 10 ribu MW, tapi juga membangun transmisi. Artinya, dibutuhkan pendanaan paling tidak sekitar Rp 80-90 triliun per tahun. Lebih dari setengahnya harus dicari oleh PLN dari bank, investor global, dan lembaga pendanaan internasional,” ujarnya. (*)

Sumber: beritasatu.com

Artikel Terkait
Dec, 20 2015

JAKARTA, JITUNEWS.COM– Pemerintah India serius memanfaatkan clean energy atau energi bersih. Mereka punya target 300 ribu megawatt dari energi baru terbarukan. “Memang itu retorika India,

Mar, 8 2018

Jakarta-RILIS.ID. Pemerintah akan segera menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2018 yang merupakan perubahan kelima atas PP Nomor 23 Tahun 2010, tentang Pelaksanaan kegiatan Usaha

Sep, 18 2017

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa berkesempatan berbincang bersama Mansur Hidayat dalam wawancara radio Perspektif Baru yang tentang Pengertian Energi Terbarukan. Dalam

Jun, 19 2017

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) rencananya akan akan menambah lebih dari setengah anggaran tahun 2018 untuk pembangunan infrastruktur yang akan mendorong kesejahteraan masyarakat.

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+