Ini Strategi Cegah Krisis Listrik Nasional di 2018

May, 13 2014

Penulis :

67110_petugas_pln_tengah_memperbaiki_jaringan_listrik_di_gardu_induk_gandul__jakarta_Jakarta -Krisis listrik nasional diprediksi akan mengancam pada 2018 nanti. Ada beberapa cara yang harus dilakukan pemerintah agar krisis listrik tidak terjadi.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR), Faby Tumiwa mengungkapkan, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar krisis listrik tidak terjadi, salah satunya menaikkan tarif listrik untuk rumah tangga atau dengan kata lain mengurangi subsidi listrik.

“Pertama yang harus dilakukan, mempercepat pembangunan pembangkit listrik dan transmisi dan distribusi listrik,” kata Faby kepada detikFinance, Selasa (13/5/2014).

Faby mengatakan, pemerintah juga harus bisa menekan pertumbuhan permintaan listrik, khususnya dari pelanggan rumah tangga.

“Untuk menekan permintaan listrik dari rumah tangga, naikkan tarif listrik rumah tangga, sehingga penggunaan listrik lebih rasional,” tegasnya.

Selian itu, hal yang penting namun sering dianggap sepele yakni penghematan penggunaan energi listrik.

“Kalau ini terus didorong dan dipromosikan , kita bisa mengurangi kenaikkan konsumsi listrik sebanyak 500 megawatt per tahun, itu besar namun hal yang sepele,” tutupnya.

Faktor yang memicu krisis listrik antaralain akibat pembangunan pembangkit listrik yang menemui banyak kendala termasuk lahan. Selain itu, keuangan PT PLN (Persero) tidak tidak mampu memenuhi semua kebutuhan permintaan listrik melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Artikel Terkait
Feb, 1 2017

Petugas Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) melayani pelaku usaha terkait layanan cepat perijinan 3 jam di kantor BKPM Jakarta, Senin (30/1). Kementerian ESDM berkerjasama dengan

Sep, 24 2015

Jakarta,EnergiToday— Hingga kini sumber minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air sudah semakin menipis, untuk itu Pemerintah diminta tidak lagi mengandalkan sektor migas sebagai

Jan, 8 2017

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa meminta pemerintah menggeser target pencapaian proyek pembangkit listrik 35.000 Mega Watt (MW) yang semula tahun

Nov, 21 2019

Kamis, 31 Oktober 2019 01:32 WIB REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksektutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan direktur utama (dirut) dan direksi

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close