Kebijakan Energi Alternatif Pemerintah Indonesia “Tidak Ada Kemajuan”

Mar, 28 2012

Penulis :

Simak wawancara Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa dengan Radio Australia tentang perkembangan energi terbarukan di Indonesia pada tanggal 27 Maret 2012. Dalam wawancaranya, Fabby menyampaikan bahwa energi terbarukan berkembang secara lambat dalam 10-15 tahun terakhir. Hal ini bisa dilihat dari kegagalan pencapaian target energi terbarukan secara bertahap seperti yang dicanangkan pada Perpres 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional.
Fabby juga menyitir contoh soal kegagalan pengembangan bahan bakar nabati yang ditangani oleh Timnas BBN, dan sejumlah contoh lain yang menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan dalam banyak hal sebatas wacana, masih belum terlihat realisasi dan hasil yang nyata.

Simak wawancara lengkapnya di situs Radio Australia:

http://www.radioaustralia.net.au.

Artikel Terkait
Dec, 20 2015

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan tetap memangkas porsi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mega proyek 35.000 Megawatt (MW). Perusahaan setrum

Jul, 27 2011

JAKARTA (IFT) – Indonesia akan mengimpor listrik dari Malaysia untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kalimantan. Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, mengatakan impor listrik

Aug, 18 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Tarif dasar listrik sudah sepatutnya dinaikkan. Ini mengingat anggaran subsidi listrik, termasuk subsidi bahan bakar minyak, terlampau besar sehingga mengurangi jatah anggaran

Oct, 21 2014

Raras Cahyafitri, The Jakarta Post – The second phase of the country’s ambitious 10,000 megawatt (MW) electricity procurement fast-track program (FTP-2) is progressing slowly due

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+