Lembaga Keuangan Diminta Beri Pinjaman untuk Konsumen Panel Surya

Oct, 10 2018

Penulis :

Untuk menghasilkan 1 kilowatt peak (kWp) biayanya mencapai Rp 15 juta.

Jakarta, Katadata. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa meminta pemerintah mencari solusi mengenai pendanaan untuk panel surya atap (rooftop). Ini karena investasi panel surya membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Menurut Fabby, seharusnya pemerintah bisa menggandeng lembaga keuangan untuk memberikan pinjaman kepada konsumen yang ingin memasang panel surya di atap. “Yang belum ada memang aspek finansial. Ini bisa dibuat seperti kalau ada penawaran kredit mobil,” kata dia di Jakarta, Rabu (10/10).

Bantuan finansial ini penting karena potensi pasar untuk panel surya di atap cukup besar. Sementara itu, untuk menghasilkan 1 kilowatt peak (kWp) biayanya mencapai Rp 15 juta.

Saat ini ada 37 juta pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jawa Bali. Dari jumlah tersebut ada 13% persen atau 4,8 juta yang tertarik memakai panel surya di atap.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Harris menyatakan pemerintah tengah menyiapkan suatu regulasi agar panel surya diminati perbankan. “Kami juga nanti rumuskan skema pembiayaannya seperti apa,” kata dia.

biayanya mencapai Rp 15 juta.

Saat ini ada 37 juta pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jawa Bali. Dari jumlah tersebut ada 13% persen atau 4,8 juta yang tertarik memakai panel surya di atap.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Harris menyatakan pemerintah tengah menyiapkan suatu regulasi agar panel surya diminati perbankan. “Kami juga nanti rumuskan skema pembiayaannya seperti apa,” kata dia.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai panel surya di atap hingga kini belum bisa terbit. Penyebabnya adalah belum semua pejabat Kementerian ESDM yang berkepentingan menandatangani payung hukum tersebut.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengatakan aturan itu masih dalam tahap paraf. “Ini sudah di paraf. Sekarang masih berputar ke Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andi Sommeng, Sekertaris Jendral Ego Syahrial, Wakil Menteri Arcandra Tahar,” kata dia, di Jakarta, Selasa (9/10).

Aturan ini akan mengatur mengenai siapa yang dapat memasang panel surya atap, ijin operasi, dan aturan ekspor-impor, dan harga ekspornya. Adapun, yang boleh memasang adalah konsumen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)(Persero) rumah tangga, industri, sosial, pemerintahan, dan sektor bisnis.

Namun, maksimum pemasangan tidak boleh lebih dari 100 persen yang terinstal. Misalnya, konsumen PLN memiliki daya yang terpasang 1.300 Volt Ampare (VA), maka listrik dari panel surya tidak boleh melebihi itu.

Sumber katadata

 

 

Artikel Terkait
Nov, 16 2018

Jakarta, CNBC Indonesia– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menekankan sila ke-5 dalam Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam mengembangkan energi

Nov, 14 2017

Petugas PLN Area Bulungan Distribusi Jakarta Raya melakukan penyambungan penambahan daya pelanggan 1300 VA menjadi 2200 VA di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (20/6).

Oct, 24 2012

JAKARTA (IFT) – PT PLN (Persero), perusahaan negara di bidang ketenagalistrikan, akan memutuskan tiga kontrak pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) karena ketidakmampuan kontaktor menyelesaikan proyek sesuai

May, 2 2017

Jakarta, KOMPAS- Tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga golongan 900 volt ampere yang merupakan rumah tangga mampu naik lagi menjadi Rp. 1.352 per kilowatt jam.

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+