Pelanggan Listrik Rumah Tangga Perlu Diatur

Jul, 15 2008

Penulis :

JAKARTA, SELASA – Tulus Abadi, anggota Tim Peningkatan Efisiensi Ketenagalistrikan, berpendapat, kebijakan pemerintah yang mengatur penggunaan listrik bagi pelanggan industri kurang tepat. Sebab, pelanggan listrik industri hanya sekitar 40 persen.

“Seharusnya, program serupa juga diterapkan untuk pelanggan listrik rumah tangga. Konsumsi listrik pelanggan rumah tangga lebih tinggi,” kata tulus di Jakarta, Selasa (15/7).

Hal senada juga diungkapkan oleh Fabby Tumiwa, Direktur Institut for Essential Service Reform (IESR), sebuah organisasi non pemerintah di Jakarta yang melakukan kajian dan advokasi kebijakan publik di bidang energi dan lingkungan. Menurutnya, cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pembedaan tarif antara biaya tarif beban puncak dipisahkan dengan beban dasar. (C10-08)

http://tekno.kompas.com.

Artikel Terkait
Jul, 29 2018

Jakarta-BBC Indonesia. Pemerintah berencana mencabut Domestic Market Obligation (DMO), kewajiban menjual batu bara ke dalam negeri dengan harga yang dipatok pemerintah, untuk mengikuti harga pasar.

Nov, 13 2017

Kementerian ESDM harus transparan dalam menetapkan tarif listrik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih membahas tarif golongan 900 volt ampere (VA) rumah tangga

Dec, 4 2012

JAKARTA (IFT)- Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui permintaan pemerintah menambah kuota bahan bakar (BBM) subsidi 1,23 juta kilo liter (kl), terdiri atas premium 500

Mar, 8 2018

Jakarta-RILIS.ID. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai, penetapan harga batubara acuan (HBA) untuk pembangkit listrik (PLN) akan menguntungkan posisi politisi

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close