Pemerintah dan PLN Ingin Populerkan Kompor Listrik, Ini Kendalanya

Feb, 12 2018

Penulis :

Lomba masak dengan kompor induksi PT PLN. (Foto: Selfy Sandra/kumparan)

Jakarta-Kumparan. Pemerintah dan PLN mulai berupaya mendorong masyarakat untuk beralih dari kompor gas ke kompor listrik. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan pada Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan menekan subsidi yang terus membengkak.

Namun, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Saat ini sebagian rumah tangga di Indonesia adalah pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA. Masalahnya, kompor listrik butuh daya sekitar 1.000 Watt, tidak bisa dipakai di rumah-rumah yang listriknya hanya 450 VA dan 900 VA.

“Daya kompor listrik untuk 1 kompor itu sekitar 1.000 watt. Kalau listriknya cuma 450 VA bagaimana?” kata Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (11/2).

Kalaupun pemerintah nantinya menaikkan golongan listrik ke 5.500 VA, kata Fabby, belum tentu masyarakat bisa menggunakannya. Sebab, instalasi listrik di masing-masing rumah harus disesuaikan jika daya listrik dinaikkan. Hal ini justru akan merepotkan masyarakat miskin.

“Instalasinya belum tentu siap. (Kalau tidak siap) Itu bisa menyebabkan kebakaran. Belum lagi biayanya, orang miskin mana punya duit (untuk mengganti instalasi listrik di rumah),” ucapnya.

Selain itu, tegangan listrik PLN di banyak daerah belum stabil. Ada yang tegangannya harusnya 220 VA, kenyataannya cuma 180-200 VA. Tegangan yang tak stabil ini membuat pemakaian listrik jadi tak efisien. Memasak dengan kompor listrik jadi lebih lama.

“Itu bisa bikin masaknya lama. Malah bikin makin boros kan?” katanya.

Yang juga harus diperhatikan pemerintah dan PLN adalah kecukupan serta keandalan pasokan listrik. “Enggak ada masalah (penggunaan kompor listrik) sepanjang masyarakat ada yang tertarik, asalkan listriknya tersedia cukup dan kapasitas listrik di rumahnya memadai,” tutupnya.

Sumber : https://kumparan.com/@kumparanbisnis/pemerintah-dan-pln-ingin-populerkan-kompor-listrik-ini-kendalanya?utm_medium=whatsapp&utm_source=Mobilesite&utm_campaign=Share

Artikel Terkait
May, 5 2020

Norman Harsono | The Jakarta Post Jakarta, 4 May 2020 Indonesia’s photovoltaic (PV) providers face a bleak business outlook at least in the next six

Feb, 14 2010

  Jakarta – PT PLN (Persero) didesak untuk segera mencabut penerapan tarif baru bagi pelanggan listrik golongan 6.600 Volt Ampere ke atas karena dinilai tidak

Jan, 16 2019

Jakarta, Kompas — Pemerintah akan mendorong produksi kendaraan listrik mulai tahun ini. Pengembangan industri kendaraan berbasis elektrik itu akan ditopang pembangunan industri baterai dan komponen

Jul, 21 2011

JAKARTA (Pos Kota) – Pengamat listrik Faby Tumiwa mengungkapkan hemat listrik dan bahan bakar minyak (BBM) sudah merupakan satu keharusan. “Apalagi bagi instansi atau lembaga

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close