Pemerintah Diminta Berikan Subsidi Konverter Kit untuk Kendaraan Pribadi

Mar, 21 2017

Penulis :

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah diminta memberikan subsidi bagi pengguna kendaraan pribadi yang berniat mengkonversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Direktur Eksektutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa melihat hal ini mutlak dilakukan lantaran mahalnya konverter kit.

“Investasi untuk konverter BBG cukup mahal. Sekitar 1500 dolar AS, 15 sampai 20 juta. Terus ongkos pasangnya,” kata Fabby kepada Republika.co.id, di Jakarta, Ahad (19/3).

Dengan begitu, menurut dia, kebijakan pemerintah mendorong penggunaan BBG secara masif bisa berjalan. Sebab para pemilik kendaraan pribadi mengikuti.

“Untuk pengguna kendaraan pribadi yang ga terlalu peduli akan garansi mobil, mereka bisa mengikuti (konversi BBM ke BBG),” tutur Fabby.

Pada tahun ini pemerintah membagikan 5.000 konverter kit secara gratis kepada konsumen. Menurut Fabby pada intinya, jika ingin serius mengembangkan BBG, pemerintah wajib membentuk kepastian pasar.

Selain kendaraan pribadi, angkutan umum, mobil dinas juga memakai bahan bakar gas. Agar penyediaan tepat dengan jumlah pengguna, ia menyarankan pemerintah bekersama dengan SPBG milik Pertamina untuk penyediaan gas. Jadi menurut dia tidak perlu mewajibkan seluruh SPBU menyediakan dispenser gas, lantaran belum ada kepastian pasar.

“Pokoknya intinya, bangun dulu pasarnya, bangun dulu permintaannya, lalu kemudian pemerintah bangun infrastruktur untuk pasokannya,” kata Fabby.

Sumber: republika.co.id.

Artikel Terkait
Sep, 29 2010

Selasa, 28 September 2010 | 18:10 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Ecospec Global Technology, sebuah perusahaaan riset dan teknologi berbasis di Singapura berhasil mengembangkan suatu terobosan

Jun, 14 2010

Senin, 14 Juni 2010 | 10:04 WIB Jakarta- Wacana pemberian listrik gratis bagi pelanggan 450 VA alias pelanggan miskin harus dikaji secara hati-hati. Pasalnya, masyarakat

Sep, 24 2015

Jakarta,EnergiToday— Hingga kini sumber minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air sudah semakin menipis, untuk itu Pemerintah diminta tidak lagi mengandalkan sektor migas sebagai

Feb, 4 2016

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dinilai belum banyak yang melakukan riset, penggunaan Thorium sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia masih harus dipertimbangkan lagi.Pengamat

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close