Pergerakan ICP ke depan Masih Dinamis, Pemerintah Harus Siap Opsi Kebijakan

Apr, 8 2018

Penulis :

Jakarta-Kontan.id. Indonesia Crude Price (ICP) kembali mengalami kenaikan pada bulan Maret 2018 naik sebesar US$ 0,26 per barel menjadi US$ 61,87 per barel. Sementara pada bulan Februari sebesar US$ 61,61 per barel.

Pengendara sepeda motor mengisi bbm jenis premium di SPBU Pertamina Ciputat Tangerang Selatan, Senin (2/4). Penyaluran premium di Jawa, Madura dan Bali turun 35% menjadi 1,32 juta kiloliter sepanjang kuartal I 2018 dibandingkan dengan periode sama pada 2017 sebanyak 2.03 juta kiloliter./pho KONTAN/carolus Agus Waluyo/02/04/2018.

 

Pengamat Ekonomi ADB Institute Eric Sugandi mengatakan, ICP merupakan harga patokan pemerintah dalam menyusun APBN, baik untuk sisi penerimaan maupun pengeluaran.

Kenaikan harga minyak di satu sisi meningkatkan tekanan terhadap pos subsidi APBN, di sisi lain bisa menaikkan penerimaan pemerintah.

“Net-net saya perkirakan dampaknya terhadap APBN masih positif, karena mekanisme penetapan harga BBM tidak lagi menggunakan fixed price yang mengharuskan pemerintah menjaga harga pada level tertentu,” ujarnya kepada kontan.co.id, Minggu (8/4).

Eric memprediksi, jika ICP terus naik, maka penerimaan pemerintah dari pajak migas ikut naik.

“Kelihatannya harga minyak dunia masih akan naik trennya seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi global yang tingkatkan demand dan pembatasan produksi oleh OPEC dan Rusia,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat Energi Fabby Tumiwa mengatakan, kenaikan harga ICP pekan ini lebih di pengaruhi oleh keputusan Saudi Aramco menaikkan harga minyak mentah.

Hal tersebut untuk konsumen dari Saudi Aramco di benua Asia dan untuk kontrak bulan mendatang.

Dia memprediksi, pergerakan ICP ke depan masih akan dinamis, dan bergerak pada kisaran US$ 60,5 hingga US$ 65 per barel.

“Masih akan dinamis bergerak, bisa naik dan turun. Tergantung pada kondisi-pasokan dan permintaan minyak, kondisi kilang, nilai dollar dan lainnya. Bisa jadi Mei harga minyak naik karena beberapa kilang lakukan perawatan,” jelasnya.

Untuk itu, Fabby memberikan saran bagi pemerintah dan Pertamina yang harus siap dengan opsi dan intervensi kebijakan yang tepat, sesuai situasi yang dihadapi.

Sumber : Kontan.co.id

Artikel Terkait
Nov, 26 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –Pengamat energi Fabby Tumiwa menghimbau kepada pemerintah untuk membuat kebijakan pembatasan eksport batubara. Pasalnya menurut Fabby Tumiwa pasokan batubara diperuntukan pembangkit listrik daripada

Jul, 15 2019

Istu Septania | The Jakarta Post Jakarta   / Mon, July 15 2019   / 02:46 am The alternative energy sector is poised to experience

Sep, 23 2015

JAKARTA – Pemerintah diminta tidak lagi mengandalkan sektor minyak dan gas (migas) sebagai penopang anggaran negara. Pasalnya, sumber migas di Indonesia tidak lagi banyak. Tercatat,

Oct, 3 2017

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bisa jadi kian khawatir soal masa depan kondisi keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Dia pun menuliskan surat ke Menteri

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close