Pertambangan Tumpang Pitu Tak Berhak Dikuasai Perusahaan Asing

Apr, 16 2013

Penulis :

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA–Klaim salah satu perusahaan asing atas 80 persen kepemilikan PT IMN (melalui klaim 80% economic interest) untuk mengelola tambang emas Tumpang Pitu, Banyuwangi, dinilai tidak berdasar.

Pengamat Energi Fabby Tumiwa menilai konflik usaha di Tambang Emas Banyuwangi yang diangkat salah satu perusahaan asing itu berawal dari dugaan pelanggaran atas regulasi kebijakan Pertambangan Indonesia.

Pernyataan ini makin menguatkan pernyataan senada yang sebelumnya dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyoal gugatan Intrepid ke Pemkab Banyuwangi.

“Sesuai UU No. 11/1967 perusahaan asing tidak dapat memiliki Kuasa Pertambangan (KP). Oleh karena itu dapat diinterpretasikan,adanya suntikan modal pada aktivitas eksplorasi IMN di Tujuh Bukit. Tidak berarti tindakan tersebut secara legal-formal memengaruhi kepemilikan KP yang pada awalnya dimiliki oleh PT IMN,” ujarnya dalam rilisnya kepada Tribun Rabu (16/4/2013).

“Perjanjian JV antara PT IMN dan Intrepid mengarah pada perjanjian

Artikel Terkait
Nov, 25 2010

JAKARTA (SINDO) – Pemerintah menyiapkan komitmen pendanaan (dana penjamin) Rp1.162 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 untuk proyek energi panas bumi atau geotermal.

Feb, 10 2018

Jakarta- JawaPos.com – Harga batubara melesat, semakin mengikis keuangan PT PLN (Persero) sebagai pengguna batubara energi primer sebesar 60 persen. Sebagai satu-satunya perusahaan penyedia listrik

Feb, 27 2017

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Wilayah timur Indonesia miliki potensi besar dalam hal pengembangan sumber energi baru terbaru dan terbarukan atau EBT. Apalagi, dengan terbitnya Peraturan Menteri ESDM

Sep, 6 2012

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menetapkan kenaikan harga listrik berbasis beberapa jenis energi baru terbarukan. Hal ini dilakukan untuk mendorong peningkatan porsi

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close