Pikir Ulang Penggunaan Batubara

Nov, 1 2017

Penulis :

Membandingkan sumber energi antara batubara dengan energi baru terbarukan perlu disikapi dengan bijak. Apalagi, tren penggunaan batubara di beberapa negara saat ini mulai ditinggalkan. Bahkan Tiongkok dan India sudah mulai mengurangi batubara.

Di kedua negara tersebut, beberapa pembangkit listrik berbahan baku batubara di batalkan. Tidak hanya yang masih dalam tahap rencana, bahkan yang sudah mulai konstruksi urung dibangun. Kondisi ini dilakukan lantaran untuk ke depan, pembangkit berbahan bakar batubara tidak akan ekonomis lagi.

Saya memprediksikan, kondisi itu dalam jangka waktu yang tidak lama, mungkin kurang dari sepuluh tahun, akan terjadi di Indonesia. Sumber energi terbarukan akan marak dikembangkan. Bahkan biayanya lebih murah dibandingkan investasi untuk membangun pembangkit berbahan baku batubara.

Melihat perkembangan teknologi ini, yang mengkhawatirkan sebenarnya adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, sekitar 60% dari pembangkit listrik milik PLN menggunakan bahan baku batubara. Sehingga, perlu dilakukan review atau kajian kembali atas penggunaan sumber energi berbahan baku batubara tersebut.

PLN, menurut saya, jangan terlalu jor-joran untuk menginvestasikan pembangkit berbasis batubara. Bila telanjur, kerugian finansial bisa saja tidak akan terelakkan lagi. Padahal kontrak-kontrak kerjasama yang dilakukan oleh PLN bisa mencapai lebih dari 30 tahun.

Oleh karenanya, sebelum terlambat PLN perlu mengkalkulasi lagi kebutuhan elektrifikasi dalam negeri. Saat ini, tren di negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) berkembang sumber-sumber energi melalui kombinasi yang lebih ramah lingkungan. Seperti contohnya tenaga matahari yang disinergikan dengan baterai penyimpanan.

Perkembangan sumber energi terbarukan itu tidak hanya terjadi di industri skala besar. Namun juga sudah terjadi tingkat yang lebih kecil seperti rumah tanggal.

Sumber: kontan.co.id.

Artikel Terkait
Aug, 21 2015

Liputan6.com, Jakarta – Ketidaksepakatan mengenai target kelistrikan dalam program 35 ribu Mega Watt (MW) antara Menteri Kordinator Bidang Maritim Rizal Ramli dengan Wakil Presiden Jusuf

Oct, 2 2013

NUSA DUA, KOMPAS.com – Pemerintah akan kembali menaikkan tarif tenaga listrik rata-rata 4,3 persen mulai Oktober 2013. Penyesuaian tarif listrik itu merupakan bagian dari kebijakan

Oct, 3 2017

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, surat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati itu untuk mengingatkan PLN dalam jangka

Jun, 13 2010

Ahad, 13 Juni 2010, 16:59 WIB REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Wacana pemberian listrik gratis bagi pelanggan 450 VA yang dianggap masyarakat miskin harus dikaji secara hati-hati. Pengamat kelistrikan,

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+