PLN Perlu Hati-hati Kelola Risiko

Oct, 3 2017

Penulis :

Fabby Tumiwa, Pengamat energi dan kelistrikan; direktur eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR)

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, surat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati itu untuk mengingatkan PLN dalam jangka pendek dan melihat ke tahun 2019. “PLN perlu lebih hati-hati dalam mengelola risikonya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, ia telah membaca surat menkeu tersebut. Menurut dia, wajar bila menkeu mengkhawatirkan sesuatu yang bisa menjadi risiko keuangan negara.

“Wajar bagi menteri keuangan untuk membandingkan, dan dia lebih khawatir dari saya. Dia memang harus mengingatkan kami,” ujarnya.

Rini menjelaskan, program yang telah dicanangkan pemerintah sangat terukur. Ini termasuk ketika memberikan tugas kepada PLN.

“Risiko sudah diantisipasi sejak awal. Kami tahu apa yang kami lakukan dan kami tahu risikonya,” papar Rini.

Sumber: beritasatu.com.

Artikel Terkait
Feb, 16 2012

BY WILDA ASMARINI JAKARTA (IFT)– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan investor asal Jepang melakukan studi kelayakan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di

Dec, 1 2014

JAKARTA – Institute for Essential Services Reform (IESR) hari ini meluncurkan Regional Framework on Extractive Industries Governance (Kerangka Kerja Tata Kelola Industri Ekstraktif di Regional).

Nov, 18 2016

Pemerintah menjamin pasokan listrik tetap aman kendati target rasio elektrifikasi 97,4% dalam program pembangkit listrik 35.000 megawatt meleset dari target. Tambahan pasokan listrik pada 2019

Jul, 12 2002

The Jakarta Post, Jakarta | Fri, 07/12/2002 7:06 AM | Business A’an Suryana, The Jakarta Post, Jakarta A group of non-governmental organizations (NGOs) said that

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close