IESR : Saatnya Negara Maju Berkomitmen Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Mar, 29 2011

Penulis :

Thursday, 10 March 2011 23:10

Melalui aktivitas kampanye pengurangan emisi rumah kaca, IESR ingin menunjukkan kepada negara-negara maju, bahwa masyarakat Indonesia juga peduli dan merasa bertanggung jawab untuk memerangi perubahan iklim.

WARTAPEDIA – Apabila masyarakat Indonesia bersedia melakukan penurunan emisi secara sukarela, maka sudah seharusnya masayarakat di negara-negara maju, yang menjadi penyebab perubahan iklim, melaksanakan komitmen penurunan emisi gas rumah kaca yang lebih besar dan tidak omong belaka.

Sebagaimana diketahui, akhir 2009, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menyatakan komitmennya kepada dunia bahwa Indonesiaakan melakukan pengurangan emisi sebesar 26% dengan upaya sendiri, dan 41% iika ada bantuan pendanaan internasional, pada tahun 2020.

Sebagaimana analisa yang dibuat oleh Bappenas (2010), salah satu sektor yang dapat berkontribusi terhadap penurunan tersebut adalah sektor energi. Berbagai komitmen individu yang dibuat dengan bantuan KJK 2 (kalkulator jejak karbon) sepanjang Februari hingga November 2011 akan direkam dan dikumpulkan oleh IESR (Institute for Essential Services Reform), dan hasilnya akan disampaikan pada saat COP Kerangka Kerja PBB Perubahan Iklim ke-17 di Durban, Afrika Selatan pada Desember 2011.

IESR adalah sebuah lembaga yang secara aktif melakukan advokasi dan kampanye untuk menjamin tercapainya pemenuhan kebutuhan energi masyarakat keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam serta keberlanjutan ekologi.

IESR berdiri pada tahun 2007 sebagai kelanjutan dari WGPSR (Working Group on Power Sector Restructuring), sebuah kelompok kerja yang melakukan advokasi kebijakan ketenagalistrikan di Indonesia pada kurun waktu 2001-2006. (c9/rdil)

Diambil dari situs: http://wartapedia.com.

Artikel Terkait
Mar, 6 2017

Investor Daily – Sejumlah pengamat energi dan akademisi menilai meski peraturan kelistrikan berubah, dimana peran PLN ditingkatkan dalam mengoptimalkan pembangunan pembangkit listrik di Tanah Air,

Mar, 10 2010

Rabu, 10 Maret 2010 – 06:34 wib Foto: Koran SI JAKARTA – Pemerintah akan segera mengajukan usulan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen

Mar, 28 2012

Simak wawancara Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa dengan Radio Australia tentang perkembangan energi terbarukan di Indonesia pada tanggal 27 Maret 2012. Dalam wawancaranya, Fabby menyampaikan

Feb, 3 2018

Jakarta, CNBC Indonesia— PT PLN (Persero) sempat mengeluhkan tingginya harga batu bara dan meminta pemerintah dapat memberi harga khusus atau kompensasi untuk tidak mengikuti harga pasar. Direktur

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close