Sosialisasi Hasil Audit Hotel dan Restoran di Pangandaran dan Batu Karas

Apr, 28 2013

Penulis :

Fabby Tumiwa dalam kegiatan Sosialisasi Hasil Audit

Fabby Tumiwa dalam kegiatan Sosialisasi Hasil Audit

Sebagai salah satu bentuk kegiatan dari proyek STREAM (Sustainable Tourism through Energy Efficiency with Adaptation and Mitigation Measures in Pangandaran), Institute for Essential Services Reform (IESR) melakukan audit energi di 17 hotel dan 2 restoran di wilayah Pangandaran dan Batu Karas, Jawa Barat. Audit Energi di hotel dan restoran ini ditujukan untuk melihat penggunaan energi di hotel dan restoran di wilayah Pangandaran dan Batu Karas, dan berusaha untuk melihat kemungkinan-kemungkinan penurunan konsumsi energi di hotel dan restoran. Bukan hanya untuk mengetahui kemungkinan penurunan konsumsi energi, namun kegiatan ini berimplikasi pada kesadaran industri jasa seperti hotel dan restoran di Indonesia, akan pentingnya melakukan kegiatan hemat energi.

Sebagai fasilitas pendukung pariwisata yang sangat penting, pertumbuhan hotel dan restoran pun akan menjamur, terutama di daerah-daerah pariwisata di Indonesia. Pada saat yang bersamaan, konsumsi energi pun akan meningkat. Dengan melakukan kegiatan efisiensi energi, industri jasa seperti hotel dan restoran akan mampu bersaing, karena konsumsi energi yang lebih hemat dari biasanya.

Sosialisasi Hasil Audit - 10 April 2013 - PHRIHasil dari audit energi di sejumlah 19 lokasi audit, IESR kemudian mengadakan sosialisasi hasil audit tersebut pada 10 April 2013 yang lalu, sekaligus memberikan rekomendasi untuk masing-masing hotel, tindakan hemat energi apa saja yang relevan untuk diterapkan di masing-masing lokasi audit. Hasil-hasil ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak manajemen hotel untuk mulai menerapkan kegiatan hemat energi, sehingga dapat berkompetisi dengan hotel serta restoran lainnya, karena harga jual kamar (untuk hotel) tidak akan setinggi hotel lainnya, karena sudah ada penghematan-penghematan yang dilakukan.

Beberapa rekomendasi yang diberikan adalah:

  • Pengurangan jam operasional dari peralatan, yang merupakan kegiatan dengan investasi rendah
  • Penggantian lampu, dari yang saat ini ada ke teknologi LED (apabila belum menggunakan LED)
  • Penggantian jenis refrigeran, dari senyawa flourin ke refrigeran tipe hidrokarbon
  • Penggunaan solar water heater sebagai ganti pemanas air berbahan bakar LPG
  • Penggantian teknologi AC yang ada saat ini dengan AC inverter
  • Dan beberapa usulan lainnya.

Sosialisasi Hasil Audit - 10 April 2013 - peserta

Artikel Terkait
Nov, 21 2018

Reformasi kebijakan di sektor ketenagalistrikan menjadi kunci dalam proses tranformasi energi Gelombang tranformasi energi tengah melanda dunia. Sistem ketenagalistrikan kini bergerak menuju sistem yang lebih

Aug, 2 2013

Perubahan iklim telah terjadi dimana-mana. Dampaknya berupa cuaca ekstrim sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Banjir yang terjadi di Magdeburg, Jerman, bulan Juni yang lalu juga

Sep, 29 2015

Institute for Essential Services Reform (IESR) mendukung seruan kepada Menteri Keuangan G20 untuk memprioritaskan Efisiensi Energi sebagai investasi infrastruktur. Seruan ini dibuat menjelang pertemuan menteri

Apr, 4 2017

Oleh Erina Mursanti Persatuan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Asosiasi Energi Surya Indonesia/Indonesia Solar Association (AESI/ISA) dan Institute for Essential Services Reform (IESR) menyelenggarakan sebuah acara

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+