Subsidi Dicabut, Tarif Listrik Diharap Tak Beratkan Masyarakat

Sep, 29 2016

Penulis :

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah harus melakukan pengkajian terlebih dahulu sebelum melakukan pencabutan subsidi listrik untuk golongan pelanggan 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA, agar sesuai dengan kemampuan masyarakat.

Direktur Eksekutif Institut for Essential Services Reform (IESR‎) Fabby Tumiwa mengatakan, sebelum melakukan pencabutan subsidi, pemerintah harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat untuk membayar listrik.

“Tetapi pemberian subsidi tersebut perlu pengkajian, mempertimbangkan kemampuan membayar,” kata Fabby, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Senin(26/9/2016).

Menurut Fabby, pencabutan subsidi listrik jangan sampai memberatkan masyarakat sehingga tak mampu membeli listrik. Hal tersebut sudah diamanatkan dalam Undang-Undang ‎Nomor 30 Tahun 2007 tentang energi.

“Jangan sampai subsidi tersebut membuat orang tidak punya listrik, jadi harus benar-benar perlu diperhatikan karena kalau lihat Undang-Undang Energi dan listrik maka energi hak setiap rakyat Indonesia,”‎ tutur Fabby.

Fabby mengakui, pengkajian pencabutan subsidi listrik agar penyaluran subsidi tepat sasaran memang tidak mudah, namun hal tersebut harus dilakukan.

“Karena kalau dicabut tidak dapat haknya. Ini pengkajian subsidi itu tepat sasaran itu memang tidak mudah tapi tugas pemerintah melakukan itu,” tutur Fabby.

PT PLN (Persero) menyatakan, pencabutan subsidi listrik tahun depan tidak hanya diberlakukan ‎untuk golongan pelanggan 900 VA, tetapi juga golongan 450 VA yang masuk kategori mampu.

Pencabutan subsidi listrik dilatarbelakangi kesepakatan Badan Anggaran DPR‎ anggaran subsidi listrik 2016 sebesar Rp 44,89 triliun, dan penerima subsidi listrik dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 sebanyak 23,15 juta pelanggan, terdiri dari 19,1 juta pelanggan golongan 450 VA dan 4,05 juta 900 VA.

Sedangkan saat ini, jumlah masyarakat yang menerima subsidi listrik mencapai 45 juta pelanggan terdiri dari golongan pelanggan 450 VA sebanyak 22,8 juta pelanggan dan 900 VA sebanyak 22,9 juta pelanggan.

“Jumlah penerimaan sekitar 23,15 juta pelanggan yang meliputi pelanggan daya 900 VA dan 450 VA,” kata Direktur Perencanaan PLN Nicke Widyawati.

Menurut Nicke, angka masyarakat yang berhak menerima subsidi tersebut berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Pengendali Kemiskinan (TNP2K). “Itu hasil pemeriksaan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)‎,” tutur Nicke.

‎Nicke mengungkapkan, pencabutan subsidi listrik golongan 450 VA dan 900 VA akan dilakukan secara bertahap, ‎untuk golongan 450VA akan dilakukan dalam empat tahap dan 900VA dilakukan dalam tiga tahap tahun depan.

“Tahapannya untuk penyesuaian, sudah ada. Empat kali untuk 450 VA dan 900 VA tiga Kali,” tutup Nicke.

Sumber: liputan6.com.

Artikel Terkait
Feb, 1 2017

Petugas Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) melayani pelaku usaha terkait layanan cepat perijinan 3 jam di kantor BKPM Jakarta, Senin (30/1). Kementerian ESDM berkerjasama dengan

Sep, 17 2013

Institute for Essential Services Reform (IESR) atas nama Sustainable Tourism through Energy Efficiency with Adaptation and Mitigation (STREAM) membuka kesempatan bagi para pemasok teknologi perangkat

Jul, 13 2017

Dalam pertemuan anggota negara-negara G20 di Jerman, Presiden Joko “Jokowi” Widodo kembali menegaskan mengenai komitmen Indonesia terhadap Kesepakatan Paris. Namun banyak upaya yang harus dilakukan

Mar, 29 2011

Thursday, 10 March 2011 22:09 WARTAPEDIA – Untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia dan mencegah meningkatnya pemanasan global IESR (Institute for Essential

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+