Survei IESR: 10 Nama Calon Menteri ESDM Pilihan Publik

Aug, 31 2016

Penulis :

Rabu, 31 Agustus 2016, Jakarta, HanTer – Survei Institute for Essential Services Reform (IESR) menunjukkan publik menginginkan Menteri ESDM yang baru, memiliki integritas, bebas konflik kepentingan, kompeten, dan berpengalaman.

“Sebanyak 1.013 dari 1.874 responden menginginkan Menteri ESDM yang berintegritas, bebas konflik kepentingan, memiliki kompetensi, dan pengalaman,” kata Direktur IESR Fabby Tumiwa di Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Menurut dia, integritas merupakan kriteria yang dianggap paling utama dan penting yang dipilih 43 persen responden, diikuti kompetensi dan pengalaman 30 persen, dan tidak memiliki konflik kepentingan 23 persen.

Publik, lanjutnya, juga lebih memilih Menteri ESDM dengan latar belakang profesional murni yakni 78 persen, sementara dengan latar belakang pelaku bisnis energi dipilih 16 persen.

“Adanya keterkaitan dengan partai politik dianggap tidak memenuhi kriteria yang tepat, sehingga profesional yang berafiliasi dengan partai politik hanya dipilih sebesar enam persen dan pengurus partai politik hanya 0,5 persen,” ujarnya.

Fabby juga mengatakan, survei dilakukan secara terbuka melalui pemilihan dengan aplikasi via internet pada 22-26 Agustus 2016 dan diikuti 1.881 responden dengan rentang usia dan latar belakang yang beragam.

“Dari seluruh pilihan yang tercatat, terdapat 1.874 pilihan yang dianggap valid,” ungkapnya.

Menurut dia, survei dimaksudkan untuk menjaring pandangan publik atas kriteria terbaik dan figur calon Menteri ESDM yang memenuhi kriteria tersebut.

Survei sekaligus untuk membuka wacana bagi publik melakukan kajian atas rekam jejak dan latar belakang para calon Menteri ESDM.

Dalam survei, IESR menampilkan 20 nama awal calon menteri yang telah diusulkan publik, pelaku usaha di sektor energi dan pertambangan, dan telah disampaikan melalui media massa atau pernyataan publik lainnya.

Selain 20 nama calon tersebut, IESR juga memberikan kesempatan kepada publik untuk mengusulkan figur yang dianggap layak menjadi calon Menteri ESDM.

Survei menghasillkan 10 nama calon dengan perolehan suara tertinggi yaitu Tri Haryo Soesilo (Direktur Proyek KPPPIP), diikuti Djoko Siswanto (Direktur Teknik Lingkungan Ditjen Migas Kementerian ESDM), Hadiv Situmeang (Ketua KNI-WEC, mantan Direktur PLN), Dwi Soetjipto (Direktur Utama PT Pertamina Persero), dan Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur DKI Jakarta).

Urutan selanjutnya, Faisal Basri (pengajar FE UI), Rovicky Dwi Putrohari (VP Exploration Saka Energy), IGN Wiratmadja (Dirjen Migas Kementerian ESDM), Widhyawan Prawiratmadja (Gubernur OPEC untuk Indonesia), dan Tri Mumpuni Iskandar (aktivis kelistrikan).

Sumber: harianterbit.com.

Artikel Terkait
Nov, 16 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyambut baik usulan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar Rp

Jun, 14 2010

JAKARTA. Urusan setrum menjadi monopoli PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) seorang diri tidak selamanya jelek. Sebab, menghapus monopoli kelistrikan justru akan membuat tarif listrik mahalnya

Aug, 22 2018

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah mematok lifting minyak di angka 750 ribu barel per hari (bph) pada RAPBN 2019. Namun, dalam jangka menengah, lifting minyak diprediksi akan

Jan, 10 2012

Tender pembangunan jaringan listrik untuk melayani sekitar 1,13 juta pelanggan baru PLN tahun ini. (IFT/STANLIE) JAKARTA (IFT) – PT PLN (Persero), badan usaha milik negara

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+