Peluncuran IETD 2019

Sep, 26 2019

Penulis :

Sejumlah anggota dari Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) dan Sekretariat IESR meluncurkan The 2nd Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD), di Pullman Hotel, Thamrin Jakarta, Rabu, 18 September 2019 lalu. Pertemuan ini menghadirkan sejumlah wartawan senior diantaranya, Kompas, The Jakarta Post, Reuters, dan Gatra. Prof. Dr. Kuntoro Mangkusubroto, Ketua Dewan Pengarah ICEF, membuka sesi dengan menyampaikan apresiasinya atas kehadiran rekan-rekan pewarta untuk meliput acara peluncuran IETD kedua tahun ini.

Dalam pembukaannya, Menteri Pertambangan dan Energi tahun 1998-1999 memperkenalkan ICEF dan IETD lebih dalam ke publik. ICEF merupakan sebuah platform dialog yang konstruktif dan berbasis fakta untuk meningkatkan pemahaman mengenai transisi energi dan praktik-praktik terbaik di kerangka kerja kebijakan, peraturan, dan kelembagaan untuk mendukung transisi energi yang adil di sektor energi nasional. Dengan beranggotakan 23 individu prominen dari pelbagai latar belakang: lembaga pemerintah, bisnis, utilitas, LSM, dan pakar, forum ini bertemu secara teratur untuk membahas topik-topik kebijakan terkait dengan mengadopsi aturan Chatham House, serta merumuskan rekomendasi kepada pembuat kebijakan utama.

ICEF secara resmi diluncurkan pada 15 November 2018 oleh Menteri ESDM, Bapak Ignasius Jonan. Peluncuran ini diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan IETD pertama. Sebagai bagian dari kegiatan ICEF, IETD dirancang untuk menjadi sebuah konferensi tahunan yang terbuka untuk membahas dan mendialogkan tema-tema yang relevan dengan situasi transisi energi baik yang sedang berlangsung di tingkat global maupun nasional ke pelbagai pemangku kepentingan. Pertemuan ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan komunitas epistemis yang mendorong agenda transisi energi Indonesia menuju sistem yang rendah karbon.

Peluncuran IETD 2019 kemudian di jelaskan lebih lengkap oleh Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR.

“Yang membedakan tahun lalu dan sekarang, tahun lalu itu konsep energy transition itu dikenalkan, dan ini sudah dibahas di seluruh dunia. Di banyak negara termasuk G20 itu dibahas, pathways-nya seperti apa, bagaimana transisi energi akan direncanakan di Indonesia, kita tahu dalam kebijakan energi, batu bara masih akan tumbuh dan sebagai penghasil devisa dan penambal defisit transaksi berjalan, bagaimana kita bisa mengatasi tantangan ini itu adalah bagian dari energy transition.” Terang Fabby Tumiwa, merespon pertanyaan dari wartawan ketika ditanya tentang konsep IETD ke-2.

Wacana transisi energi di Indonesia kini telah berkembang dan di bahas secara internal, bahkan di sektor non-energi. Kementerian ESDM sadar bahwa transisi ini harus dipersiapkan, dirancang dan direncanakan. IETD diharapkan sebagai forum untuk mendorong agar pengertian transisi energi diterapkan dalam perencanaan dan kebijakan energi, secara lebih robust.

Di tahun kedua ini, IETD akan diselenggarakan pada 13-14 November 2019 di The Tribrata Meeting and Convention Center. Adapun fokus pada dialog kedua ini menitikberatkan pada pendalaman pemahaman transisi energi dengan mempelajari skenario transisi energi global, tren teknologi, potensi disrupsi sektor energi, dan kebijakan-kebijakan untuk memfasilitasi transisi energi yang adil di tanah air.

Pada hari pertama, format acara IETD diset dalam bentuk konferensi yang terdiri dari 3 sesi utama. Ketiga tema sesi utama tersebut adalah transisi energi global; hambatan, tantangan, dan peluang transisi energi Indonesia; serta ancaman dan peluang dari disrupsi teknologi. Sesi-sesi tersebut akan diisi oleh 7 pembicara prominen dengan 15 topik materi terkait.

SesiProgram
Transisi Energi Global
- 100% Renewable Energy Systems by 2050: Myth or Real? – Prof. Dr. Christian Breyer, LUT University, Finland
State of Energy
- Transitions in G20 Countries – David Turk, Head of the Strategic Initiatives Office, International Energy Agency (IEA)*

- German Model of a Just Energy Transition – Dr. Felix Christian Matthes, Research Coordinator for Energy & Climate Policy, Öko-Institut, Germany
Danish Energy Transition Model – Danish Energy Agency*

- Energy Policies in a Time of Transition – Dr. Rabia Ferroukhi - Director of Knowledge, Policy and Finance Centre, International Renewable Energy Agency (IRENA)*
Transisi Energi
Indonesia: Hambatan,
Tantangan, dan
Peluang
- Energy Transition at Work: Lessons Learned From Bali – Dr. I Wayan Koster, Governor of Bali*

- The Future of Coal in the Era of Energy Transition – Garibaldi Thohir, President Director, Adaro Energy*

- Low Carbon Transportation – Julius Christian, Clean Fuel Specialist, IESR

- Unlocking Green Finance in Indonesia – Darwin Djajawinata, Director, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)*

- Low Carbon Development Strategy for Indonesia – Josaphat Rizal Primana - Director of Energy, Mineral and Mining Resources, Ministry Of National Development Planning (Bappenas)*
Disrupsi Teknologi:
Ancaman atau
Peluang?
- Distributed Generation: From Consumers to Prosumers – Pamela Simamora, Renewable Energy/Power System Specialist, IESR

- Battery Storage: A Key Enabler of the Clean Energy Transition – Vincent Wiguna, Senior Sales Engineer Asia Pacific, Tesla Singapore

- Hydrogen: The Missing Link in the Energy Transition – Mathieu Gèze, Head of Asia Business Development, HDF Energy, France
Blockchain Revolution in the Power Sector – Jack Smies, Director of Energy Web Foundation, Switzerland

- Electric Vehicles: Moving Without Polluting – Dr. Alief Wikarta, Executive Director, Center of Excellence for Automotive Control & System, Sepuluh Nopember Institute of Technology (ITS)

*masih dalam konfirmasi


Hari kedua IETD diset dalam bentuk lokakarya teknis yang terdiri dari 4 topik utama. Keempat topik tersebut adalah sistem energi masa depan; kebijakan energi dalam periode transisi; membuka kanal keuangan hijau di Indonesia; dan teknologi blockchain dalam mendukung utilitas masa depan. Sesi-sesi tersebut akan diisi oleh 18 pembicara prominen dengan topik materi terkait.

SesiProgram
1. Sistem Energi Masa Depan- Policies Igniting a Rapid Development of Renewables in Indonesia – Pamela Simamora,

- Renewable Energy/Power System Specialist, IESR

- Coal in the Era of Energy Transition – Deon Arinaldo,Energy System/Coal Specialist, IESR

- The Role of Local Governments in the Energy Transition – Dr. Marlistya Citraningrum, Program Manager for Sustainable Energy Access, IESR

- Policies Supporting Renewables-based Transportation Systems – ADB*
Energy Efficiency:

- The Low-hanging Fruit – Totok Sulistiyanto, Green Building Council Indonesia*
2. Kebijakan Energi
Dalam Periode
Transisi
- 100% Renewable Energy in Indonesia – Prof. Christian Breyer, LUT University, Finland

- Integrating Variable Renewable Energy in Islanded Systems: Challenges and Solutions – Peerapat Vithayasrichareon, International Energy Agency (IEA)

- Grid Planning for High Shares of Variable Renewable Energy – Phillipp Godron, Senior Associate Global Energy Transition, Agora Energiewende, Germany

- Electrification of Transportation Systems – Zainal Arifin, Head of Electric Vehicle Task Force, PT Perusahaan Listrik Negara*

- Energy Storage Systems – Dr. Chairul Hudaya, Department of Electrical Engineering, University of Indonesia*
3. Membuka Kanal
Keuangan Hijau di
Indonesia
- ADB Sovereign and Private Sector Financing for Sustainable Energy Projects in Indonesia – Florian Kitt, Energy Specialist, Asian Development Bank (ADB)

- Financing RE: Lessons Learned From The Philippines – Eunjoo Park-Minc, Chief Advisor at Banco De Oro (BDO) Philippines*
Green Finance Instruments: Viability Gap Fund (VGF), Green Bonds, Green Sukuk – Dr. Luky Alfirman, Director General of Budget Financing and Risk Management, Ministry of Finance*

- Financing Sustainable Development With Carbon Pricing – Dr. Felix Matthes, Öko-Institut, Germany

- Renewable Energy Fund – Dr. Hidayat Amir - Head of State Budget Policy Center, Fiscal Policy Agency of Ministry of Finance*
4. Teknologi Blockchain Dalam Mendukung Utilitas Masa Depan- Peer-to-peer Technology in the Power Sector: Concepts, Applications, and Business Models – Jack Smies, Director of Energy Web Foundation, Switzerland

- Policy Supports for Digitizing the Power Sector – Fabby Tumiwa, Executive Director of IESR

- New Ideas for Blockchain Startups in Indonesia – Steven Suhadi, Chairman of The Indonesian Blockchain Association*

*masih dalam konfirmasi

Informasi lebih detail mengenai IETD kedua, dapat diakses melalui laman: 

https://www.ietd.info/

Artikel Terkait
Oct, 8 2010

Materi publikasi acara 1010 Actions-Global Work Party, event yang diselenggarakan secara internasional secara serentak pada tanggal sama diselenggarakan oleh The Climate Project Indonesia. IESR berpartisipasi

Nov, 21 2018

Inkonsistensi kebijakan energi dan situasi politik di Indonesia menjadi penyebab lambatnya proses transisi energi bersih di Indonesia. Hal ini terungkap dalam acara diskusi panel “What

Aug, 20 2018

Apakah pemerintah dan PLN siap beradaptasi terhadap perubahan penyediaan energi listrik? Penggunaan listrik surya atap (solar rooftop) kini menjadi trend di berbagai negara. Penyebabnya, karena

May, 26 2017

Pemerintah telah mengambil langkah berani untuk mengalihkan subsidi tarif dasar listrik (TDL) golongan rumah tangga 900 VA secara bertahap, bagi mereka yang termasuk dalam kelompok

0 Comment

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published, Required fields are marked

Close
Support Online
 
Chat
 
Support Online
+