Menuju Pulau Bali 100% Energi Terbarukan
Perubahan iklim yang semakin nyata menuntut transformasi fundamental di berbagai sektor, termasuk sektor energi. Sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang dianut oleh masyarakat Bali melalui prinsip Tri Hita Karana, Provinsi Bali memiliki aspirasi ambisius untuk mencapai kondisi net-zero emission (NZE) pada tahun 2045. Untuk mewujudkan aspirasi ini, diperlukan peta jalan yang komprehensif, terutama untuk sektor ketenagalistrikan yang menjadi tulang punggung perekonomian modern.
Publikasi ini hadir sebagai respons atas urgensi tersebut dengan memaparkan Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan Bali Menuju 100% Energi Terbarukan pada 2045. Laporan ini menguraikan secara rinci strategi dan tahapan yang diperlukan untuk mengubah sistem kelistrikan Bali yang saat ini masih didominasi oleh energi fosil menjadi sistem yang sepenuhnya bersumber dari energi terbarukan. Laporan ini juga mengidentifikasi potensi teknis energi terbarukan di Bali, termasuk surya dan angin, serta menyoroti peran penting teknologi penyimpanan energi untuk mengatasi sifat intermiten dari sumber-sumber tersebut.
Publikasi ini menyajikan analisis mendalam mengenai kebutuhan investasi, potensi penurunan emisi, dan tantangan yang harus diatasi, termasuk aspek regulasi, teknologi, sumber daya manusia, dan sosial budaya. Dengan membagi peta jalan ke dalam beberapa fase — dari fase persiapan dan akselerasi (2025–2029) hingga fase akhir yang matang (2040–2045) — laporan ini memberikan panduan praktis dan terstruktur bagi para pemangku kepentingan untuk mendukung transisi energi di Bali. Publikasi ini juga menjadikan proyek percontohan sistem Nusa Penida sebagai langkah awal yang konkret menuju Bali yang lebih hijau.
Bali, Energi Terbarukan, Dekarbonisasi, Net-Zero Emission, NZE, Transisi Energi, Peta Jalan, Ketenagalistrikan, Energi Surya, Energi Angin, Tri Hita Karana.