Request for Proposal (RFP) Grid Connection Studies and Power Quality Analysis Nusa Penida IESR

Latar Belakang

Institute for Essential Services Reform (IESR) adalah sebuah lembaga think tank yang secara konsisten mengadvokasi percepatan transisi energi rendah karbon melalui penelitian yang mendalam dan advokasi kebijakan. Selama lebih dari dua dekade, IESR telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat diskursus nasional mengenai transisi energi dan telah membangun kolaborasi luas dengan pemerintah pusat maupun daerah, asosiasi industri, serta organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih di Indonesia.

Sejak tahun 2019, IESR telah bekerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mempercepat transisi energi di pulau tersebut. Pada tahun 2023, Bali mengadopsi visi ambisius untuk mencapai Emisi Nol Bersih (Net Zero Emissions) pada tahun 2045, didukung oleh Koalisi Bali Energi Bersih yang terdiri dari IESR, WRI Indonesia, New Energy Nexus, CAST Foundation, dan Azura Indonesia. Dalam kerangka kolaborasi ini, IESR telah menyelesaikan analisis komprehensif terhadap sistem kelistrikan Nusa Penida, dengan target pencapaian 100% energi terbarukan pada tahun 2030 dan emisi nol untuk Bali pada tahun 2045.

Pemulihan pascapandemi dan perluasan aktivitas pariwisata di Bali telah memberikan tekanan tambahan pada sistem kelistrikan, terutama akibat meningkatnya permintaan dari sektor komersial seperti hotel, restoran, dan fasilitas wisata. Sistem kelistrikan Nusa Penida—yang mencakup Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan—masih sangat bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel dan jaringan distribusi yang terbatas. Dalam kondisi ini, PLN terpaksa menambah kapasitas pembangkit diesel sebagai pasokan cadangan, sementara pelaku usaha didorong untuk mengoperasikan generator milik sendiri. Selain itu, beberapa penyulang (feeder) telah mendekati tingkat beban 40–50% dari kapasitas transformator, yang meningkatkan risiko gangguan sistem dan menunjukkan keterbatasan dalam interkoneksi jaringan. Sebaliknya, minat investor terhadap pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala kecil hingga menengah—termasuk instalasi PLTS atap pada gedung pemerintah, properti komersial, dan fasilitas umum—menunjukkan tren yang sangat positif. Menanggapi dinamika tersebut, PLN melalui ICON+ telah mulai mengembangkan pendekatan Virtual Power Plant (VPP) sebagai solusi jangka pendek untuk meningkatkan kapasitas pasokan tanpa membangun pembangkit listrik konvensional baru.

Berdasarkan Peta Jalan Nusa Penida 100% Energi Terbarukan 2030, penguatan jaringan transmisi dan sistem kelistrikan sangat penting untuk mengakomodasi integrasi pembangkit energi terbarukan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan studi jaringan yang komprehensif untuk mengidentifikasi batas kapasitas jaringan yang ada serta peningkatan yang diperlukan, mengoptimalkan penyerapan PLTS terdistribusi, dan meningkatkan ketahanan serta keandalan sistem kelistrikan Nusa Penida.

Timeline Proposal

Calon penyedia jasa harus menyerahkan paket proposal yang terdiri dari proposal teknis (latar belakang, tugas yang akan dilaksanakan, metodologi, jadwal), proposal biaya (total tarif tenaga kerja yang diusulkan dan biaya lainnya), serta resume & portfolio yang relevan. Semua peserta tender juga diharuskan untuk menyerahkan dokumen penawaran administratif, yang dapat diunduh melalui tautan ini (s.id/documentsrfpcommsiesr)

Proposal akan diterima paling lambat pukul 23:59 Waktu Indonesia Barat (WIB, GMT+07) pada hari Rabu, 21 Januari 2026. Setiap pengajuan yang diterima setelah tanggal dan waktu tersebut akan dianggap tidak dapat diterima. Mohon sampaikan pertanyaan dan pengajuan kepada citra@iesr.or.id dan cc to agus@iesr.or.id, yudistira@iesr.or.id and vanessa@iesr.or.id  . Mohon tuliskan “RFP Response – Grid Connection Studies and Power Quality Analysis Nusa Penida IESR – [Your Name/Company]” pada kolom subjek proposal. Semua proposal harus ditandatangani oleh organisasi resmi atau perwakilan organisasi yang mengajukan proposal.

Share on :

Related Article