Tempo.co | IESR Soroti 2 Hal Soal Kinerja Sektor ESDM Selama 2025

Berdasarkan studi Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2026 yang diterbitkan oleh IESR, peningkatan energi terbarukan mempengaruhi jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) dan pertumbuhan ekonomi. Dalam skenario “No Further Effort”, energi terbarukan hanya mencapai 41-43% dari campuran energi primer pada tahun 2060, menyebabkan emisi GRK terus meningkat sejalan dengan pendapatan domestik bruto (PDB) dan mencapai 1.104 MtCO2e berdasarkan asumsi pertumbuhan ekonomi 8%. Sebaliknya, dalam skenario “Extra Effort”, dengan 77% energi terbarukan, mencapai pertumbuhan PDB yang sebanding seiring menurunkan emisi GRK menjadi sekitar 436 MtCO2e pada tahun 2060.

Baca selengkapnya di Tempo.co

Share on :