Transformasi wilayah penghasil batu bara menuju ekonomi rendah karbon merupakan keharusan untuk mencapai target 1,5 derajat Celsius. Namun, bagi negara-negara seperti Indonesia, transisi ini menghadirkan tantangan ekonomi yang kompleks karena ketergantungan yang tinggi pada ekspor dan lapangan kerja sektor batu bara.
Briefing paper ini mengulas urgensi transisi yang berkeadilan (just transition) yang tidak hanya memitigasi risiko iklim, tetapi juga melindungi kesejahteraan sosial dan menciptakan peluang pertumbuhan baru. Dengan mengambil pelajaran dari transformasi di Provinsi Shanxi, Tiongkok, dan wilayah penghasil batu bara di Asia Tenggara, laporan ini memberikan rekomendasi strategis mengenai diversifikasi ekonomi dini, investasi modal manusia, kesiapan institusional, serta skema pendanaan berkelanjutan. Melalui analisis ini, diharapkan para pembuat kebijakan dapat merancang peta jalan yang tangguh untuk memastikan masa depan pasca-batu bara yang inklusif dan berkelanjutan bagi komunitas terdampak.
Editor : Arief Rosadi
Transisi Energi, Ekonomi Rendah Karbon, Wilayah Penghasil Batu Bara, Just Transition, Diversifikasi Ekonomi, Asia Tenggara, Provinsi Shanxi, Indonesia, Target 1,5 Derajat, Modal Manusia, Pendanaan Berkelanjutan, Kebijakan Iklim, Pasca-Batu Bara, Pertumbuhan Inklusif.